Sambut Hari Jadi, Bawaslu Demak Canangkan Desa Anti Politik Uang

Demak, Mediajateng.net- Menyambut HUT Bawaslu ke 13, Bawaslu Kabupaten Demak meresmikan desa anti politik uang di Desa Mojosimo Kecamatan Gajah, Jumat (9/4/2021).

Seperti diketahui, politik uang kini seperti jamak dilakukan untuk mendulang suara saat pilkada dan pileg bahkan pilkades.

Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh, dalam rilisnya, Senin (12/4) mengatakan, saat ini bentuk politik uang banyak macam dan ragamnya.

“Modus politik uang banyak macamnya diantaranya adalah janji akan dibangunkan jalan jembatan dan infrastruktur, itu semua dapat dikatakan politik uang. Sebab dijanjikan sesuatu untuk memenangkan yang bersangkutan,” kata Khoirul.

Menurut Khoirul, untuk mencegah maraknya politik uang harus ada cara untuk merubah mindset masyarakat agar tidak lagi bergantung pada politik uang.

“Bagaimana merubah mindset masyarakat seperti yang kita harapkan. Bahwasanya mereka harus memilih pemimpin yang benar-benar berkualitas untuk kesejahteraan mereka kelak,”ujar Khoirul.

“Bukan hanya pemimpin yang membagikan uang agar dipilih, karena jika terpilih mereka juga akan berusaha mengembalikan modal plus keuntungan dengan cara apa saja,” tegasnya.

Khoirul melanjutkan, faktor terjadinya politik uang, salah satunya adalah karena calon tidak punya keyakinan terhadap dirinya sendiri untuk menang. Sehingga mereka tidak memiliki nilai moral atau tidak peduli menang dengan cara tidak beradab karena ingin memperoleh jabatan.

Mengenai akan diadakannya Pemilihan kades antar waktu di Desa Mojosimo, Khoirul mengharapkan bahwa memilih bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bentuk tanggung jawab pada lingkungan dan tuhan maka pergunakan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan pemimpin yang amanah.

Politik uang membuat biaya semakin tinggi alias high cost dan bisa membuat pemimpin tersebut lupa mensejahterakan masyarakatnya.

“Sodakoh politik juga dapat dikatakan politik uang, karena disamarkan dengan kalimat sodakoh politik sehingga warga percaya dan mau menerimanya, padahal itu sama saja,” tutup Khoirul.mj/60