Mencari Tahu Siapa Yang Bertanggungjawab Atas Banjir Sayung

DEMAK, Mediajateng.net – Sudah rahasia umum, sebagian wilayah Kecamatan Sayung Demak sebagai langganan banjir. Namun sampai saat ini belum juga tteratas. Siapa sebenarnya yang bertanggung  jawab?

Ungkapan tersebut pantas dikeluarkan atas banjir di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Karena semestinya Pemerintah Pusat turun tangan dalam bencana ini.

Hal itu disampaikan oleh Bowo Sidik Pangarso, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI seusai memberikan bantuan sembako kepada desa terdampak banjir di Kecamatan Sayung.

Sebanyak5.500 paket sembako dari BUMN itu diberikan secara simbolis kepada kepala desa terdampak banjir, di Kantor Kecamatan Sayung, Rabu (21/2/2818).

Menurut Bowo, banjir tahunan itu mengakibatkan kerugian besar. Ribuan rumah terendam air, aktifitas ekonomi lumpuh, para pelajar tidak dapat sekolah dan ratusan hektar sawah tergenang.

“Jangan sampai setiap tahun terjadi seperti ini. Banjir ini PR kita bersama. Lebih dari 10 ribu jiwa yang hidupnya prihatin akibat banjir,” kata Bowo.

Bukan hanya Pemerintah Kabupaten Demak maupun Pemerintah Provinsi Jateng, Pemerintah pusat juga harus turun tangan mengatasi banjir permanen yang terjadi akibat sedimentasi Sungai Dombo itu.

“Akan kita komunikasikan dengan Kementerian PU. Kami akan sampaikan saat paripurna, agar mendapar perhatian Presiden Jokowi,” tuturnya.

Sepekan lebih banjir merendam sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sayung. Hingga saat ini banjir luapan Sungai Dombo itu, masih menggenangi pemukiman warga.

“Ada 1.500 rumah yang terendam air antara 10 – 50 cm. Baru kemarin banjir sempat surut. Di jalan ketinggian air 30 -40, sekarang naik lagi 15 cm,” kata Saehul Hadi, Kepala Desa Kalisari, Kecamatan Sayung.

Sementara itu, Camat Sayung, Sugeng Pujiono menuturkan, bencana banjir menjadi teman abadi bagi warga di wilayah Kecamatan Sayung yang menjadi langganan banjir.

Bukan hanya banjir, rob juga menjadi teman akrab warga setiap harinya, melebihi keakraban pasangan suami istri.

“Dengan adanya banjir dan rob ini, keluarga melekat dan lebih akrab. Tidur di kasur bersama sama, diatas genangan air,” tutur Sugeng yang diamini Sekretaris Kecamatan Sayung, Gunadi dan Kasi Permas Sukarman.

Solusi mengatasi banjir Sayung, salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Dombo sayung. Normalisasi sungai itu merupakan kebutuhan mendesak. Sedangkan solusi mengatasi rob dengan pembangunan tanggul laut.

“Tidur dikelilingi air biasa, lama-lama
warga akan jadi manusia ikan karena terendam air, “katanya.