Demak

Terobosan Politeknik Negeri Jakarta Dorong Desa Wisata Berahan Kulon, Demak Kedepankan ini

×

Terobosan Politeknik Negeri Jakarta Dorong Desa Wisata Berahan Kulon, Demak Kedepankan ini

Sebarkan artikel ini

Edukasi pelaku pariwisata, Politeknik Negeri Jakarta Dorong Desa Wisata Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Foto: Mediajateng.net/ Wahyu Prabowo

Media Jateng, Demak– Perhatian dunia pendidikan kembali diberikan kepada pariwisata di Kabupaten Demak. Wilayah di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah keli ini menjadi bagian dalam peningkatan wisata berbasis history.

Program Studi D4 MICE Politeknik Negeri Jakarta Kampus Kabupaten Demak memberi terobosan pengelolaan Desa Wisata Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Edukasi diantaranya terkait tertib kelembagaan dan storynomics bagi pelaku wisata.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi D4 MICE Politeknik Negeri Jakarta Kampus Kabupaten Demak mengambil judul “Pelatihan Kelembagaan Desa Wisata dan Pengembangan Produk Wisata Berbasis Storynomics” tanggal 2 – 3 Juni 2026.

Pelatihan kepariwisataan, digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pengelola desa wisata serta membantu masyarakat.

Aulia Restu Ariyanto Putri, M.Par dalam materinya menjelaskan, pelatihan manajemen dilakukan hingga menyentuh kelompok sadar wisata juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan produk wisata berbasis cerita (storytelling)

“Storytelling bisa lebih mengenalkan sekaligus memberi edukasi diberikan sebagai daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Berahan Kulon,” ungkapnya.

Pelatihan diikuti oleh 20 peserta, yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku UMKM, perangkat desa, serta masyarakat.

Pemateri lain, Mella Narolita, S.Hum., M.A. menjelaskan, keikutsertaan berbagai unsur pelaku wisata di Kabupaten Demak, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan.

“Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai penguatan kelembagaan desa wisata, peran dan fungsi masing-masing stakeholder, strategi pengembangan produk wisata, serta penerapan konsep storynomics tourism,” ungkapnya.

Konsep ini menekankan pentingnya membangun narasi dan cerita yang autentik dari sejarah desa sehingga mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan dan bernilai bagi pengunjung.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok dan praktik identifikasi permasalahan kelembagaan yang terjadi, identifikasi potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata berbasis cerita.

Peserta diajak menggali sejarah, budaya, tradisi, serta kearifan lokal Desa Wisata Berahan Kulon untuk dikemas menjadi atraksi dan pengalaman wisata yang menarik.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola desa wisata sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi melalui pengembangan produk wisata yang unik, autentik, dan berbasis potensi lokal.

“Dengan kelembagaan yang kuat dan produk wisata menarik, Desa Wisata Berahan Kulon diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat desa,” imbuhnya.

Nandika Putri, perwakilan peserta mengaku cerita sejarah desa dan Desa Wisata Berahan Kulon menjadi dongeng yang biasa di dengar.

“Namun, ternyata saat dikemas bisa menjadi sajian yang bisa menambah daya tarik sekaligus makin mengenalkan desa ke wisatawan yang banyak datang dari kecamatan lain bahkan kuar Kabupaten Denak,” akunya disela pelatihan.