Politik Saweran Partai Milenia

SEMARANG, Mediajateng.net – Dalam menangani kemiskinan dan pemangunan, pemerintah baik pusat maupun daerah perlu meniru trik politik saweran yang diterapkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Setelah sebelumnya sistim saweran hanya dilakukan organisasi yang dilakukan unsur kepala desa (kades) dan perangkat desa (Katdes) yang tergabung dalam Parade Nusantara berjuang mengegolkan UUDesa menggunakan gerakan saweran dengan tajuk gerakan serbu nusantara (seribu perdesa senusantara) hingga berhasil menutup keperluan biaya baik aksi demo hingga pengawalan selama proses pembahasan di DPR hingga UU desa memberikan uang miliaran rupiah ke desa.
Kali ini, sesuai namanya yang mengedepankan solidaritas pengurus untuk bisa membesarkan partai yang baru saja disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), saweran patungan untuk menutuk kebutuhan.
Tidak recehan, target yang dipatok PSI bisa terhimpun  dana hingga Rp 1 triliun. Dana yang diberikan yakni untuk digunakan membiayai keikutsertaan mereka di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyatakan penghimpunan dana sebesar itu nantinya dipakai sebagai operasional partai terutama untuk pembiayaan sosialisasi para pengurus partainya yang maju Pemilu tahun depan.
“Kami akan merubah sistem masyarakat Indonesia yang selalu meminta imbalan setiap ada perhelatan Pemilu. Maka ke depannya kami akan menunjukan sikap partisipatif publik dalam berpolitik dengan cara-cara efektif,” ujar Grace saat bertemu wartawan, di Resto Imperial, Jalan Menteri Supeno Semarang, kepada Mediajateng.net Sabtu (24/2/18).
Dana yang dihimpun nanti berasal dari patungan pengurus partainya tingkat pusat, provinsi, kabupaten atau kota bahkan hingga dilevel kecamatan.
Semua sumbangan tiap kader bakal dilaporkan kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu.
“Itu kita lakukan demi mengubah paradigma masyarakat dimana setiap polling selalu menempatkan ratting parpol dan DPR pada posisi terendah dibanding lembaga lainnya,” ungkap Grace.
Untuk Pemilu 2019 nanti, Grace mematok perolehan suara partainya minimal 20 persen sesuai presidential threshold yang ditetapkan Undang Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.
“Kami secara tegas telah memasang target menang Pileg dan Pilpres 2019 dengan perolehan suara minimal 20 persen supaya pada Pemilu yang mendatang bisa mengusung sosok presiden sendiri,” bebernya.
Agar target tersebut terealisasi, ia mengaku telah menjaring 1.955 pendaftar caleg dari seluruh daerah Indonesia. Para pendaftar caleg PSI dari berbagai latar belakang mulai arsitek, dokter gigi, advokat, petinggi pabrik perminyakan, teknisi, guru, penulis bahkan mantan CEO OLX Daniel Tumiwa.
Dari jumlah pendaftar sebanyak itu, 50 persen di antaranya berasal dari caleg kalangan milenial. Menurutnya keberadaan para caleg milenial ini menjadi bukti bahwa mereka tidak melulu anti politik.
“Mereka malah pada daftar ke PSI. Sisanya 30 persen caleg dari generasi X dan sisanya generasi Baby Boomers yang lahir pada dekade 1960’an,” tuturnya.
Grace percaya bahwa orang-orang terbaik di bidang masing-masing mampu memberikan perubahan besar bagi Indonesia. “Kami berikhtiar akan menampung sebanyak-banyaknya tokoh muda untuk berpartisipasi di PSI,” tukasnya.(Fajar-Mj)