Pileg 2019, Target Hanura Semarang Minimal 4 Kursi

Semarang, Mediajateng.net, – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Semarang menargetkan perolehan minimal empat kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

“Kami optimis bisa meraih 4-6 kursi di DPRD Kota Semarang. Target kami, minimal empat kursi untuk Kota Semarang,” kata Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kota Semarang, Muhammad Rozikin di Semarang, kemarin.

Rozikin mengatakan, meski belum pernah mendapatkan kursi pada pemilu sebelumnya, pihaknya tetap optimistis didasari strategi yang sudah disusun partai politik itu untuk mendapatkan perolehan suara yang besar.

Menurut pria yang akrab disapa Bandot ini, setiap parpol pasti memiliki strategi tersendiri untuk mendulang perolehan suara pada Pemilu 2019, termasuk Hanura, salah satunya dari para bacaleg yang juga sudah betul-betul dipersiapkan matang.

“Kalau strategi, setiap parpol pasti punya strategi tersendiri. Kami pun juga punya, apa strateginya? Ada lah. Yang jelas, target kami itu realistis,” kata tokoh masyarakat kampung nelayan Tambaklorok Semarang itu.

Untuk setiap bacaleg yang diajukan pada Pemilu 2019, kata Bandot, sudah diseleksi dengan sedemikian matang sehingga tidak sembarangan untuk sekadar memenuhi kuota masing-masing parpol sebanyak 50 nama bacaleg.

“Selektif betul kami dalam memilih bacaleg, tidak sembarangan. Dari kuota 50 bacaleg, kami hanya mengajukan sekitar 40-an nama. Ya, itu bukti kami tidak sembarangan mencari calon wakil rakyat,” tegasnya.

Termasuk, kata dia, Hanura juga segera melakukan penggantian terhadap bacalegnya yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi yang telah dicoret pencalonannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

“Ya, kami mengikuti saja aturan dan ketentuan dari KPU. Ini upaya kami menunjukkan komitmen untuk memberantas korupsi. Yang kemarin dicoret KPU karena pernah jadi terpidana kasus korupsi, kami ganti,” kata Bandot.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dari 691 bacaleg yang didaftarkan ke KPU Kota Semarang, ditemukan tiga nama bacaleg dari dua parpol yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi, di antaranya berasal dari laporan masyarakat.

Dari tiga bacaleg tersebut, dua orang berasal dari Partai Hanura, yakni Nj dan As, sementara satu bacaleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berinisial Sy, kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono.

“Kemarin ketiganya (bacaleg, red.) sudah diganti oleh masing-masing parpol. Artinya, parpol mematuhi ketentuan. Itu dilakukan dalam masa perbaikan, sekarang sudah penetapan daftar calon sementara (DCS),” katanya.

Walau sudah diberikan kuota masing-masing parpol bisa mengajukan 50 nama bacaleg, diakui Henry, tidak semua parpol mau memenuhi kuota yang disediakan, tetapi semuanya diserahkan kepada masing-masing parpol. (ot/mj)

Comments are closed.