Tauviq Ginanjar, S.Pd Pendidik SDN 1 Lawen

Pembelajaran Tatap Muka Pada Masa Transisi Pandemi Covid-19

Oleh: Tauviq Ginanjar, S.Pd*)

mediajateng.net – Pemerintah melalui keputusan bersama Empat Menteri berencana mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka di wilayah yang masuk kategori zona hijau dan kuning dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Keputusan perluasan zona yang boleh belajar tatap muka tersebut berdasarkan pertimbangan kebutuhan pembelajaran, serta berasal masukan dari para ahli dan organisasi serta evaluasi implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Menurut Nadiem Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya. Pemda atau Kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara bagi sekolah yang berada di zona hijau dan zona kuning dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi. Kapasitas peserta didik saat pembelajaran pada masa transisi bulan pertama 25 persen, dan bulan kedua 50 persen, kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen, dan bulan keempat 100 persen.

Nadiem menegaskan bahwa evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memantau tingkat risiko Covid-19 di daerah.

Untuk Kabupaten Banjarnegara sudah mulai pembelajaran tatap muka masa transisi secara bertahap. Untuk Kecamatan Pandanarum khususnya, pembelajaran tatap muka tahap 1 sudah dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2020. Sedangkan untuk tahap ke 2 dimuali tanggal 12 Oktober 2020. Dan untuk tahap ke 3 mulai tanggal 19 Oktober 2020.

Untuk SDN 1 Lawen Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, pembelajaran tatap muka masa transisi masuk tahap 2 dan sudah dimulai sejak tanggal 12 Oktober 2020. Pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, dengan tujuan agar tetap terhindar dari penyebaran covid-19. Dan selalu dilakukan evaluasi setiap harinya.

Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka masa transisi, satuan pendidikan harus mempunyai pedoman pelaksanaan. Pedoman tersebut antara lain:

a. Siswa harus membawa masker dan bekal makanan sendiri saat pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah.

b. Guru hadir 30 menit lebih dahulu sebelum kehadiran para siswa di satuan pendidikan.

c. Guru kelas (guru pengajar) sudah menunggu siswa di dalam kelas sebelum kehadiran siswa.

d. Guru piket (yang sedang tidak tugas mengajar) menyambut kehadiran siswa di pintu gerbang sambil melakukan pengecekan suhu tubuh siswa dengan thermogun. Jika didapati warga sekolah (siswa, guru dan PTK yang lainnya) memiliki suhu tubuh di atas 37,3º C, kepada yang bersangkutan diminta untuk pulang. Bagi siswa yang memiliki suhu di atas 37º C diberi tugas belajar di rumah terlebih dahulu sebelum diminta pulang.

e. Orang tua/wali murid dan atau pengantar siswa tidak diperkenankan masuk ke dalam lingkungan sekolah.

f. Siswa yang memiliki suhu tubuh normal diminta langsung menuju tempat cuci tangan dan segera memasuki ruang kelas (tidak boleh bermain di halaman sekolah).

g. Pembelajaran tatap muka di kelas dilaksanakan selama 2,5 jam efektif (140 menit) atau selama 4 jam pelajaran (4×35 menit) tanpa istirahat.

h. Tidak diperkenankan melaksanakan metode pembelajaran yang mengharuskan kontak fisik atau kerumunan siswa dalam jarak dekat, seperti: diskusi kelompok, kerja kelompok, dan sebagainya.

i. Pelajaran PJOK dan SBDP harus menghindari kontak fisik antar siswa atau guru dan juga menghindari penggunaan alat secara bersama-sama.

j. Kegiatan Pembelajaran tatap muka di sekolah antara lain untuk pengumpulan tugas selama BDR (Belajar Dari Rumah), review kegiatan BDR, penjelasan materi baru, dan sebagainya dalam mengimplementasikan kurikulum darurat.

k. Selama masa transisi kantin sekolah tidak dibuka.

l. Selesai proses pembelajaran siswa langsung pulang dan tidak diperkenankan bermain di halaman sekolah.

m. Siswa yang tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, tetap melaksanakan kegiatan BDR.

n. Satuan Pendidikan tidak diperkenankan menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler.

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Masa Transisi Masa Pandemi Covid-19 harus mematuhi protokol kesehatan. Siswa diwajibkan memakai masker dan faceshield. Ketika sampai sekolah, para siswa dicek suhu tubuhnya, setelah itu cuci tangan terlebih dahulu dan masuk kelas satu per satu. Di dalam kelas tempat duduk siswa diatur jaraknya 1 meter dengan tempat duduk siswa yang lain.

Selain siswa, guru juga melakukan hal yang sama. Setiap hari guru juga dicek suhu tubuhnya dan dicatat. Harus menggunakan masker dan faceshield. Tempat duduk di kantor juga diberi jarak 1,5 meter. Semua warga sekolah benar-benar harus mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Supaya pembelajaran tatap muka masa transisi tetap dapat dijalankan, semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah.

Semua pihak harus bekerjasama untuk mematuhi protokol kesehatan supaya dapat terhindar dari virus corona dan pembelajaran tatap muka masa transisi tersebut tetap terus dapat dilaksakan.

*)Tauviq Ginanjar, S.Pd
Pendidik di SDN 1 Lawen, Kecamatan Pandanarum
Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah