Tauviq Ginanjar, S.Pd Pendidik SDN 1 Lawen

Pembelajaran Daring

Oleh: Tauviq Ginanjar, S.Pd*)

mediajateng.net – Tidak dapat dipungkiri pandemi Covid-19 sedang menjadi momok yang sangat menakutkan. Segala sendi kehidupan di setiap negara yang terjangkit virus ini, hampir berkurang 50 %. Baik dari segi ekonomi mikro ataupun makro, dunia kesehatan yang kewalahan serta tidak luput juga dunia Pendidikan yang membuat segala proses pembelajaran sperti mati suri.

Segala kegiatan yang berpotensi berkerumun di hantikan terlebih dahulu. Ini juga berarti kegiatan belajar mengajar di sekolah juga imut berhenti. Sehingga proses pembelajaran pun berganti dari luring ( tatap muka ) beralih ke daring (dalam jaringan/online) sehingga mau tidak mau suka tyidak suka setiap guru harus berinovasi dan berkreasi agar dalam pembelajaran daring bisa berlangsung secara maksimal.

Guru dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh dunia internet. Misalnya jika menggunakan google terdapat banyak jenis aplikasi untuk pmebelajaran daring antara lain dengan menggunakan googlemeet, googlespreadsheet, google form ada juga dengan menggunakan aplikasi zoom yang bukan bagian dari google. Apalgai juga disediakan oleh Pemerintah kuota belajar bagi guru ataupun siswa.

Demikian juga dengan siswa juga harus mengikuti alur perubahan ini. Sehingga memiliki gawai seperti menjadi keharusan agar dapat mengikuti pembelajaran daring. Padahal memiliki gawai bukan menjadi kewajiban untuk mengikuti pembelajaran daring.

Hal tersebut menjadi sebuah dilema bagi dunia pemdidikan. Yang pertama jelas membebani orangtua,sebab tidak semua orang tua memiliki kemampuan fianansial yang sama apalagi dalam masa pandemic seperti saat ini. Kemudian masalah yang kedua anak – anak yang masih dalam Pendidikan dasar (SD), akan sering terlibat dalam dunia internet yang begitu banyak informasi yang dapat diakses tetapi bukan sesuai dengan umrunya.

Maka dari itu perlu bimbingan dan pantauan dari orang tua. Apalagi banyak yang menjadikan pembelajaran daring untuk membeli gawai. Memang dengan pembelajaran daring siswa menjadi lebih banyak pengetahuan tentang dunia maya. Siswa menjadi tidak gaptek dengan teknologi lebih banyak waktu Bersama keluarga.

Tetapi dibalik kelebihan pembelajaran maya atau daring ada juga kecemasan yang mengahantui dunia Pendidikan. Antara lain ancaman putus sekolah bisa disebabkan karena membantu perekonomian orang tua, yang lebih parahnya lagi karena kecanduan game online sehingga siswa menjadi malas sekolah.

Penurunan prestasi belajar karena siswa tidak bertatap langsung dengan guru, siswa lebih asyik membuka dunia maya seperti youtube daripada membuka pelajaran sekolah. Maka dari itu diperlukan peraan serta orang tua selain bimbingan dari guru.

Terlebih lagi jika pembelajaran daring tanpa pengawasan dari orang tua maka kecenderungan anak bermain gadget memprihatinkan. Orang tua sebaiknya selain mengawasi putra putrinya juga membuat peraturan yang ketat tentang berapa lama anak memegang gawai. Apakah itu Ketika pada saat pembelajaran atau dengan membatasi waktu bermain gadget.

Pembelajaran daring merupakan solusi jika memang gawai diperuntukkan untuk pembelajaran tatap maya maka ini sebuah solusi. Karena membantu guru dalam memantau perkembangan juga kemajuan siswa dalam pendalaman materi.

Tetapi pembelajaran daring akan menjadi sensasi belaka jika dilihat dari ketidaktelitian orangtua atau terbawa gaya hidup. Dengan membeli gawai maka status akan meningkat apalagi jika semua anggota keluarga dalam rumah memegang gawai satu – satu.

Hal ini tentu akan menjadi percuma jika orangtua tidak bisa mengawasi serta memantau perkembangan anaknya dalam pembelajaran daring. Marilah kita semua Bersama sama menjaga generasi penerus bangsa agar kelak mereka tetap memegang teguh prinsip – prinsip hidup yang jelas serts berpedoman Pancasila di tengah gempuran dunia teknologi yang semakin maju. Untuk guru selalu ingat akan semboyan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Semoga pandemi ini cepat berkahir agar cikal bakal pemimpin bangsa ini bisa menuntut ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.

*)Tauviq Ginanjar, S.Pd
Pendidik di SDN 1 Lawen, Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah