Merasa Diterlantarkan PABBSI, Atlet Angkat Besi Potensial Terjerumus Dunia Hitam

 

Semarang- mediajateng.net-Bagus Dana Saputra alias Entus (21) seorang  atlet angkat besi profesional tak mengira nasibnya akan sampai seperti ini . Dirinya harus merasakan dinginnya lantai ruang tahanan mapolsek pedurungan. Tidak hanya itu, Bagus juga terancam hukuman kurungan penjara 12 tahun karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan sebagaimana pasal 365 KUHP.
Padahal dulunya warga Gayamsari RT 05 RW 01, Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Gayamsari Semarang itu mengaku pernah mengoleksi total 12 medali dari ajang kejuaraan angkat besi tingkat nasional.Masa kejayaan dan puncak prestasinya diraih saat Bagus Dana Saputra mewakili Jawa Tengah dalam  turnamen Arafura Games di negara Australia pada tahun 2012 silam. Tak hanya itu,  Bagus yang turun di kelas 62 kg ini juga berujar pernah memperoleh medali emas tingkat Asean di ajang yang berbeda.

“Saat itu saya masih remaja, kelas 2 atau 3 sekolah menengah pertama. Terakhir mengikuti kejuaraan sewaktu di Darwin, Australia. Jumlah medali secara keseluruhan ada 12,” Ujarnya kepada sejumlah wartawan Selasa (30/8).

Ironisnya, prestasi keemasanya justru bertolak belakang dengan kondisinya sekarang. Dia bersama seorang temannya bernama Mamang Rudi Asmoro (21) warga Jalan Jeruk, Kelurahan Lamper, Semarang Selatan ditangkap petugas kepolisian dari Polsek Pedurungan Semarang.

Keduanya kedapatan mencuri sebuah sepeda motor milik Nurudin (18), warga asal Kabupaten Batang Jawa Tengah yang tinggal kos di daerah Pedurungan Kidul Semarang, pada Senin (15/8) lalu.

Bagus mengaku terpaksa mencuri lantaran merasa sakit hati atas apa yang dialaminya semasa menjadi atlet. Ia sempat dijanjikan akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh pemerintah atau Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI).

“Saya dulu ditelantarkan pihak Pemerintah dan pengurus angkat besi Jawa Tengah. Dijanjikan kalau juara dijanjikan akan diangkat jadi PNS,” tuturnya saat berada di Mapolsek Pedurungan Semarang.

Kini nasi sudah menjadi bubur, Bagus harus meringkuk dibalik Jeruji ruang tahanan Mapolsek Pedurungan.

“Seharusnya saya berangkat ikut seleksi Pra Pon, lantaran saya ditangkap obsesi saya tampil di PON mendatang akhirnya kandas,” ujar Bagus lirih (MJ-303)

Comments are closed.