Menikmati Kuliner Tujuh Daerah di @HOM Hotel Yuk

SEMARANG, Mediajateg.net – Masakan tradisional daerah mana saja yang sudah Anda coba? Rugi rasanya, jika tidak kita jelajahi betapa mak nyus-nya kekayaan kuliner daerah lain di Indonesia.
Untuk dapat menikmati sajian khas daerah lain, tidak mengharuskan kita untuk bepergian ke daerah asal makanan tersebut. Untuk menikmati es buto ijo misalnya, kita tidak perlu lagi berkunjung ke Jawa Timur. Atau untuk merasakan segarnya es selendang mayang, juga tidak memerlukan untuk kita pergi ke Betawi.
Menu dari beberapa daerah kini bisa disantap di @HOM Hotel by Horison Semarang yang mencoba mengeskplorasi makanan tradisional dengan sajian yang berbeda setiap harinya dengan tema “Signature Dish Traditional Menu“.
Sous Chef @HOM Hotel by Horison Semarang, Giarno mengungkapkan, kekayaan menu masakan tradisional Indonesia tidak akan ada habisnya. Keanekaragamannya juga begitu tinggi dari masing-masing daerah. “Cita rasa masakan tradisional sangat tidak kalah lezatnya dengan masakan negeri lain, selain itu juga untuk melestarikan budaya dari sisi kuliner,” katanya kemarin.
Ada kuliner dari beberapa daerah yang setiap harinya selalu berganti. Hari Senin, dirinya mengeksplorasi menu khas Jawa Timur seperti nasi rawon, bakso malang, es buto ijo dan rujak cingur sebagai pencuci mulut. “Kali ini saya mengangkat masakan tradisional khas dari 7 daerah, yakni Jatim, Jateng pada hari Selasa, Jabar pada hari Rabu, Yogyakarta pada hari Kamis, dan masakan dari beberapa daerah lainnya,” ujarnya.
Khusus akhir pekan, Giarno menyajikan masakan khas Betawi berupa Soto Betawi, Nasi Uduk, Gado- gado, es selendang mayang. Menurut dirinya, masyarakat tidak perlu bingung untuk mencari makanan tradisional yang disukai. “Khususnya bagi pengunjung hotel yang masih dibanjiri wisatawan domestic, masakan tradisional akan lebih diterima dibandingkan makanan dari negeri lainnya,” ucapnya.
Asst. Sales Marketing Manager @HOM Hotel Semarang, Christanti Putri menambahkan, variasi menu agar tamu tidak bosan dan sekaligus bentuk nguri-uri warisan budaya local berupa kuliner. “ Managemen hotel ingin memberikan pengalaman baru menjelajah rasa dari masing- masing daerah,” tambahnya. (MJ-069)

Comments are closed.