Ini Pengakuan Sopir Mobil Box yang Tewaskan Aipda Umar Said

SEMARANG, Mediajateng.net – Pengemudi mobil box, Siswardi (27) warga Trucuk, Klaten terus menjalani pemeriksaan yang dilakukan penyidik Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang.

Dalam pemeriksannya, Suwardi mengaku, saat melintasi jalan S Parman atau tepat di kelokan RS Wiliamboth mengalami gangguan penglihatan. Menurutnya, suasana menjadi gelap dan bahkan tidak tahu kalau mobilnya menabrak dua kendaraan sekaligus hingga menimbulkan korban jiwa.

“Tadinya pas di dalam mobil itu kernet saya lagi ngitung uang tagihan, ya sambil ngobrol sama saya. Pas di jalan tikungan itu, tiba-tiba suasana menjadi hening, dan juga jadi gelap. Tahu-tahu mobil saya sudah nabrak warung. Jadi saya juga tidak lihat kalau mobil saya nabrak dua motor,” katanya saat di kantor Satlantas Polrestabes Semarang Rabu (2/11) siang.

Perjalanan tersebut, menurut Siswardi tak lain usai menagih uang penjualan di Kota Semarang dan dalam perjalanan hendak pulang menuju tempat perusahaanya dikawasan Ungaran. Sedangkan laju kendaraan saat melintasi jalan tikungan tersebut melaju dengan kecepatan gigi tiga.

“Kecepatan menurut saya masih Normal, Berjalan gigi porsenelling tiga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito mengatakan sekarang ini sopir mobil box telah ditahan. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kepada kernet mobil boks bernama Tono, 25, warga Jalan Dr Ismangil, Bongsari Semarang Barat, terkait kejadian kecelakaan lalulintas tersebut.

“Sopir sudah kita periksa tadi malam, kita tetapkan tersangka. Diduga sopir mengantuk. Kalau performa kendaraan normal, rem, ban semua bagus. Sedangkan kernet mobil boks nanti malam kita periksa,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah kembali mendatangi tempat lokasi kejadian. Guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan saksi yang ada dilapangan.

“Saya sudah mintai keterangan dua security yang saat kejadian persis ada di TKP,” jelasnya.

Selain mendatangi TKP kembali, petugas juga menyambangi  korban luka, Kokok Yuliandoro yanh masih terbaring di Rumah Sakit Wiliamboth.

“Sudah sadar, tapi belum bisa diajak komunikasi karena masih lemah,” pungkasnya. (MJ-303)

Comments are closed.