Gedor Pintu Warga Pemuda Diteriaki Maling dan Dihajar Massa

SEMARANG, Mediajateng.net – Aksi main hakim dan berujung pengeroyokan di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang kembali terjadi. Setelah sebelumnya pada akhir bulan Agustus kejadian serupa juga terjadi hingga mengakibatkan seorang warga asal Tanggungrejo, Gayamsari Semarang tewas.
Korban kali ini diketahui bernama Indra Susilo Prakoso, warga Jalan Sendang Indah Timur RT 03 RW 02 Semarang. Beruntung, insiden yang terjadi pada Selasa (6/9) malam itu tak menimbulkan korban jiwa.
Namun, aksi main hakim ini membuat Indra menderita luka yang cukup serius dan harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Bahkan dia juga mengalami luka parah dibaian mula dan tangan
pengeroyokan itu terjadi pada hari Selasa (6/9) malam, sekira pukul 23.30 WIB. Kejadian bermula saat Sutrisno (37) warga Kp. Karanganyar RT 10 RW 13, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang mendengar pintu rumahnya digedor-gedor oleh seseorang.
Mendengar suara yang tak wajar, Sutrisno bergegas keluar untuk melihat tamu yang tak diundang di rumahnya. Serelah dilihat seksama, sosok yang dimaksud seorang pemuda yang tidak dia kenal.
Namun saat hendak ditanya pemuda itu langsung kabur. Merasa curiga dengan ulahnya, pemilik rumah kemudian meneriakinya maling. Teriakan Sutrisno pun terdengar warga lain dan terjadi aksi kejar-kejaran.
Pemuda tersebut tertangkap di sebuah semak-semak tak jauh dari lokasi sebelumnya. Warga yang terlanjur tersulut emosinya tak dapat diredam. Tak sempat menyelamatkan diri, pemuda itu akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Pedurungan Semarang, AKP Ali Santoso, menyatakan, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. Saat disinggung apakah ada keterkaitannya dengan insiden sebelumnya, Ali menegaskan tidak ada.
Sedangkan motif kedatangan Indra ke salah satu warga Muktiharjo, hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, Ali menduga, pemuda berusia 21 itu saat kejadian dalam pengaruh minuman keras. “Tidak ada kaitannya (insiden sebelumnya). Dugaan sementara bahwa korban mabuk. Motifnya belum diketahui,” ungkapnya. (MJ-303

Comments are closed.