Jawa Tengah

Dosen Undip Ungkap Penyebab Sapi Stres Akibat Panas. Ini Solusinya

×

Dosen Undip Ungkap Penyebab Sapi Stres Akibat Panas. Ini Solusinya

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Rembang– Dorong SDGs Goals 2, Departemen Peternakan Undip lakukan sosialisasi pengelolaan stes panas untuk peningkatan produktivitas sapi pedaging bagi kelompok ternak Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Rabu, 12 Februari 2025.

Kegiatan pengabdian masyarakat ditujukan guna meningkatkan produktivitas ternak guna mendukung ekonomi peternak di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah khususnya Kabupaten Rembang.

Baca juga: Inovasi Industri BUMN, Bata Interlock Presisi SIG Solusi Rumah Berkualitas Ramah 

Kegiatan ini diselenggarakan di Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Rembang, dan dihadiri perwakilan peternak se-Kabupaten Rembang sebanyak 100 orang.

Mengusung tema ‘Peningkatan Produktivitas Sapi Melalui Pengelolaan Stes Panas’, kegiatan ini juga sebagai komitmen Undip dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dinda Ayu Permata Sari, SPt, MSi mengatakan, pemahaman terkait stres panas penting untuk disampaikan pada peternak.

Hal ini terkait dengan lokasi Kabupaten Rembang di wilayah pesisir pantai utara yang memiliki suhu relatif panas. Suhu panas. Ungkap dosen Undip ini dapat menyebabkan stres panas pada ternak.

“Dampak yang dirasakan langsung oleh ternak saat mengalami stres panas adalah menurunnya nafsu makan,” ungkap Dinda Ayu Permata Sari.

“Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan bobot badan serta ternak rentan terserang penyakit,” imbuh dosen Peternakan Undip Dinda Ayu Permata Sari.

Dalam kegiatan ini disampaikan strategi pengelolaan stres panas pada ternak seperti manajemen perkandangan agar menghasilkan sirkulasi kandang yang baik, perbaikan nutrisi pakan dan pengaturan jadwal pemberian pakan, serta pendinginan pada ternak.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Juli, perwakilan peternak dari Kecamatan Sulang, edukasi dari kampus menambah pengetahuan bagi peternak yang selama ini mengelola hewan ternak secara tradisional.

Baca juga: Komunitas Jurnalis Wonosobo Rayakan Hari Pers 2025 di Gunung Cilik

“Selain memberikan pengetahuan baru bagi peternak, kegiatan yang diselenggarakan di kampus juga membangkitkan semangat peternak untuk terus belajar,” ungkap peternak asal Rembang.

Pada sesi akhir, peternak Rembang juga diberikan bantuan berupa vitamin dan obat-obatan serta mineral untuk menambah daya tahan ternak.

Selain memberikan wawasan terkait pengelolaan stres panas pada ternak agar diperoleh produktivitas yang optimal, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung tercapainya SDGs ke 2, kaitannya dengan keamanan pangan, perbaikan gizi serta mempromosikan pertanian berkelanjutan.(Wahyu/ Media Jateng)