Media Jateng, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui sejumlah industri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terus melakukan inovasi diberbagai bidang. Salah satunya inovasi dilakukan industri semen plat merah SIG.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk menyediakan rumah subsidi yang berkualitas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Oleh karena itu, kontraktor dan pengembang perumahan diimbau untuk menjalankan pembangunan perumahan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kualitas bangunan dan lingkungan.
Baca Juga: Pemkot Semarang Gerak Cepat Lakukan Perbaikan Jalan Kota Terdampak Genangan. Jalan Provinsi Jateng Nasibnya
“Arahan Presiden Prabowo agar bagaimana rumah-rumah subsidi itu harus dibangun dengan bertanggung jawab. Meski rumah subsidi, tetap harus berkualitas agar harapan rakyat tidak sia-sia atau kecewa,” kata Maruarar Sirait saat pertemuan dengan Menteri BUMN, Erick Thohir dan pengembang perumahan di Kementerian BUMN, Senin 10 Februari 2025.
Sebelumnya, pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin Indonesia, Kamis 6 Februari 2025, Maruarar Sirait juga mendorong pembangunan perumahan yang tidak hanya ramah penghuni.
Tetapi, Maruarrar juga meminta rumah juga ramah lingkungan sebagai bentuk partisipasi sektor perumahan dalam upaya menurunkan emisi karbon dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dikutip dari dokumen “Greenship Rating Tools untuk Rumah Tinggal” oleh Green Building Council Indonesia (GBCI), dijelaskan harus bijak dalam menggunakan lahan.
Selain itu juga efisien dan efektif dalam penggunaan energi maupun dalam menggunakan air, memperhatikan konservasi material sumber daya alam, serta sehat dan aman bagi penghuni rumah.
Aspek penting lain dari rumah ramah lingkungan adalah menggunakan material yang ramah lingkungan.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi semen hijau yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan sehingga lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional. Selain itu, juga memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi, lebih dari 90%.
SIG juga mendorong penggunaan produk turunan semen hijau yaitu material bata interlock presisi, sebagai solusi untuk mencapai target 3 juta rumah per tahun.
Direktur Utama SIG, Donny Arsal dalam rilisnya menyebutkan bahwa penggunaan bata interlock presisi memberikan banyak keuntungan dalam pembangunan rumah.
Baca juga: Tim Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi Bersama Undip Bahas Desalinasi Air Laut di Pekalongan
Selain ramah lingkungan karena diproduksi dengan semen hijau SIG, penggunaan bata interlock presisi membuat proses pembangunan lebih efisien dalam penggunaan material, lebih mudah dalam pengaplikasian sehingga mempercepat durasi pembangunan, kualitas kontruksi kokoh yang teruji ramah gempa, mampu menjaga udara dalam ruangan tetap sejuk, dan memberikan hasil akhir yang modern.
”Inovasi bata interlock presisi adalah terobosan untuk membangun rumah lebih efektif dan efisien, mulai dari penggunaan material, seperti semen dan besi, juga penggunaan air,” ungkap Dirut Semen SIG.
“Fitur presisi tinggi 1mm juga memberikan keunggulan siku yang sempurna dan permukaan yang halus rata. Bata interlock presisi adalah kontribusi nyata SIG untuk mendukung program 3 juta rumah dan mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Imbuh Dirut Semen SIG. (Wahyu/ Media Jateng)












