Diduga Berzina, Pimpinan Ponpes di Gunungpati Dilaporkan Polisi

SEMARANG, Mediajateng.net – Pemilik sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Asalafi Alfitroh di daerah Gunungpati dilaporkan ke Polrestabes Semarang oleh salah satu warga setempat. Pelaporan ini terkait atas dugaan perbuatan perzinaan terhadap perempuan ibu rumah tangga dengan berinisial DN, dengan modus mengajak nikah Mamlud.

Merasa tidak terima, suami korban  Ahmad S, (44) warga Karanggeneng Kecamatan Gunungpati bersama istrinya, DN mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPPKT) Polrestabes Semarang, Jumat (9/12) kemarin.

Pasutri tersebut melaporkan perbuatan laki-laki bernama Mukhamad Luthfi G, Pemilik salah satu Pondok di Kecamatan Gunungpati yang diduga melakukan perzinahan terhadap DN.

Berdasarkan keterangan surat laporan polisi nomor : LP/B/931/XII/2016/Jateng/Restabes Smg, peristiwa dugaan perzinaan ini terjadi didalam Pondok Asalafi Alfitroh pada bulan September 2016 yang lalu. Bermula ketika istri pelapor meminta ijin untuk berkunjung ke Pondok tersebut yang intinya meminta nasehat kepada Mukhamad Luthfi lantaran ada suatu permasalahan.

Setiba di Pondok tersebut, korban ditemui Mukhamad dan keduanya terlibat obrolan yang intinya DN minta nasehat terkait persoalan yang dihadapinya. Tiba-tiba selang tak berapa lama, istri korban dikasih obat oleh Mukhamad dan supaya untuk langsung diminum.

“Dikasih pil warna hitam dan langsung diminum,” ungkap Ahmad saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang, Jumat, (9/12) kemarin.

Korban tak menaruh perasaan curiga terhadap pil yang telah disodorkan dan langsung diminunnya. Namun tidak berapa lama, korban yang masih berdua bersama Mukhamad langsung mengalami perubahan terhadap akal sehatnya.

“Setelah minum pil warna hitam menuruti semua perintah oleh Mukhamad. Termasuk diajak nikah Mamlud yaitu nikah yang sebatas berjabat tangan,”jelasnya.

Ahmad menduga Mukhamad Lufhi
melakukan perbuatan perzinahan terhadap istrinya yang telah diperdayai dengan menggunakan pil warna hitam tersebut. Akibat kejadian ini, pihak korban merasa malu dan akhirnya melaporkan perbuatan tersebut kepada ke kepolisian.

“Padahal saya (Ahmad) sama DN masih merupakan istri yang sah,” tegasnya.

Pelaporan dugaan perzinahan ini telah masuk ke SPKT Polrestabes Semarang, Sedangkan kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. ( MJ-303)

Comments are closed.