Begini nasib warga Banjarnegara korban longsor

SEMARANG, Mediajateng.net – Bencana alam datang tidak selalu langsung menimbulkan korban jiwa. Inilah yang dirasakan hampir 53 kepala keluarga di wilayah desa Suwidar Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

Hampir satu minggu lebih, menurut penjelasan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, penduduk desa terisolir akibat bencana longsor dengan kedalaman hampir 30 meter.

“Praktis dua desa yaitu Suwidak dan Bantet lumpuh total, karena tidak bisa mengakses keluar maupun masuk ke wilayah pemukiman mereka. Perekonomian warga pun menjadi lumpuh mulai dari kegiatan dapur umum logistik, ketersediaan air bersih, hingga kegiatan belajar mengajar.” jelas Sarwa usai diskusi Mitigasi Bencana Alam, di Quest Hotel Semarang, kemarin.

BPBD Provinsi Jawa Tengah sendiri telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari upaya eksekusi membuka jalur akses jalan bagi warga sejak seminggu ini.

Hal ini terbilang cukup sulit mengingat kondisi tanah bergerak terus. Sementara untuk ketersediaan air bersih, BPBD Provinsi Jawa Tengah mulai menyalurkan bantuan dalam bentuk akses jalur pipa air.

“Bantuan dari Gubenur Jawa Tengah senilai kurang lebih 31 juta rupiah, mulai kami laksanakan hari ini, untuk memberikan akses ketersediaan air bagi warga.” Tambahnya

Awal tahun 2018, bersamaan dengan tingginya intensitas hujan yang turun di wilayah Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah, mengaku terus siap siaga dalam mengantisipasi datangnya bencana. Selain ketersediaan alat terus ditambah, BPBD Jawa Tengah pun terus menambah anggaran logistik sebesar 800 juta rupiah termasuk diantaranya dana siap pakai sebesar 9 milyar rupiah yang tersebar merata di seluruh kabupaten/ kota.

Comments are closed.