Amunisi Ini Masih Jadi Andalan Politikus Jelang Pemilu

Semarang, Mediajateng.net – Dibalik persiapan menghadapi perhelatan pesta demokrasi terbesar, Pemilihan Presiden 2019, partai politik masih berkutat pada persoalan klasik, yaitu praktek money politik. Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Masrukhan Samsurie, mengakui persoalan praktek money dalam perjalanan menuju 2019, jauh lebih mengerikan. Padahal secara internal, masing – masing partai politik telah memiliki regulasi tersendiri dalam mengatur tindak money politik.

“Faktanya dilapangan, semua regulasi money politik yang telah dibuat tidak serta merta bisa diberlakukan. Di lapangan, beberapa calon anggota legislatif sesama partai, tidak jarang harus kalah bertarung dengan mereka para calon anggota legislatif yang maju membawa amunisi dana besar.” jelas Ketua DPR PPP Jawa Tengah ini,dalam diskusi Menjaga Pilpres Damai, di kota Semarang, Senin ( 10/9 )

Menghadapi perhelatan politik 2019, lebih lanjut Masrukhan Samsurie, internal partai politik mau tidak mau dituntut untuk memperbaiki diri dalam hal pembinaan para kadernya. Dibandingkan proses pembinaan kader di era reformasi saat ini, pihaknya menilai sangat jauh kalah dibandingkan saat era Orde Baru lalu. Di era Orde Baru, jelas kami mendapatkan pendidikan mental serta wawasan kebangsaan.

Diakui pula oleh salah satu calon anggota legislatif perempuan asal Partai Solidaritas Indonesia, untuk wilayah kota Semarang, Theresia Tarigan, persoalan money politik sudah membayangi langkahnya maju dalam perhelatan Pemilu 2019 mendatang.

“Saya maju mencalonkan diri jelas tidak membawa amunisi dana besar, agak minder ketika mengikuti proses pembinaan kader di tingkat internal partai. Untuk mendapatkan satu kursi, paling tidak membutuhkan dana politik paling sedikit satu milyar rupiah.” katanya

Untuk itu, para calon anggota legislatif khususnya keterwakilan perempuan harus lebih memiliki strategi secara lebih efisien untuk memenangkan suara nantinya. Menurut Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Ibnu Kuncoro, pihaknya juga memberikan pelatihan bagi para kader perempuan ini.

“Agar para caleg perempuan ini  dapat lebih memanfaatkan pendukungnya , terutama dari komunitas.” tutup Ibnu

Comments are closed.