11 Pencuri Lintas Kota Berhasil Dibekuk Reskrim Tembalang

Semarang, Mediajateng.net – 11 komplotan pencuri kendaraan bermotor lintas kota berhasil ditangkap petugas Reskrim Polsek Tembalang. Selain menangkap para pelaku polisi juga mengamankan barang bukti 18 sepeda motor berbagai merek.

Dari keterangan Kapolsek Tembalang Kompol Subagyo, dari 11 tersangka lima diantaranya pemetik, sedangkan enam orang adalah penadah. Kelima tersangka pemetik oleh polisi langsung ditembak kakinya.

Kelima tersangka tersangka masing masing Arif Ahmad Rafif alias kentung (21), Rayana (21), Nadif (16), Aldo (20, dan Supriyadi (34). Meraka ini sudah melakukan sejak bulan oktober 2016.

‘Arif alias Kenthung dan Rayana merupakan residivis yang baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane karena kasus yang sama dan dipenjara 1,5 tahun. Keduanya baru keluar satu bulan dari penjara atau September lalu,” tandas Kompol Subagyo saat memberi keterangan di depan Wartawan Selasa (13/12)

Saat ditanya, Arif mengaku sudah mencuri sepeda motor sedikitnya 30 kali di berbagai tempat. Namun, tempat favorit kelompok ini adalah tempat kos di wilayah Tembalang.

”Sebab, biasanya di rumah kos tidak ada yang jaga, kalau di kampus Undip ada Satpam jadi belum pernah melakukan di sana,” kata Arif yang badanya penuh tato tersebut.

Kendaraan hasil curian ini kemudian dijual oleh kelompok ini kepada para penadah dengan nilai bervariasi antara Rp 1,5 juta sampai  Rp 3 juta tergantung jenis motornya. Namun dari barang bukti yang berhasil disita sebagian besar merek Honda yakni sebanyak 13 unit. Selain menangkap lima ”pemetik” polisi juga mengamankan 6  tukang tadah.

Menurut Kompol Bagiyo terungkapnya sindikat curanmor tersebut  bermula dengan diringkusnya Arif saat pengungkapkan kasus pencurian motor di daerah Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.
Dari hasil pemeriksaan, Arif kemudian menyebut  nama-nama rekannya saat beraksi. Termasuk beberapa orang penadah motor curian yang berasal dari Grobogan dan Pati. Penadah yang diamankan yakni Supriyanto 30), Kuspriyanto (35), Mustaqim (43), Moh Romadon (34), Ahmad Soleh (28) dan Juremi (28).

Lebih lanjut Kapolsek Kompol Subagyo mengatakan dalam beraksi kelompok ini menggunakan besi pipih disambungkan pada kunci T untuk menjebol kunci motor. Mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 detik untuk membuka kunci motor.

”Oleh sebab itu, kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menaruh motornya. Selain menggunakan kunci ganda, mohon untuk tetap mengawasi,” ujar Kompol Subagyo (MJ-303)

Comments are closed.