Oknum Polisi Pekalongan Diduga Terlibat Sindikat Penipuan CPNS

Semarang-mediajateng

Empat orang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jateng untuk melaporkan terkait Kasus penipuan dengan modus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) . Bahkan mereka menggunakan Surat Keputusan (SK) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dipalsukan berlogo salah satu kantor Dinas Kesehatan. Diduga kasus penipuan ini melibatkan oknum anggota Polisi dari Pekalongan

Empat korban tersebut melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng didampingi kuasa hukum dari Law Office idp. Salah satu kuasa hukum, Bangkit Mahanantiyo mengatakan kerugian masing-masing korban antara Rp 120 juta hingga Rp 140 juta.

“Ini korban dari Kendal ada tiga, Semarang ada satu orang. Kejadiannya mulai akhir tahun 2013,” ungkap Bangkit di Mapolda Jateng, Kamis (9/2)

Bangkit mengungkapkan, kliennya yaitu perempuan berinisial DF bertemu dengan terlapor bernama Heru yang merupakan teman semasa SMA. Heru kala itu menawari ada Program Konsorsium CPNS dan DF berminat demi memasukkan anaknya agar menjadi PNS.

Para korban kemudian dipertemukan dengan seseorang bernama Wakri Herman yang mengaku sebagai pejabat Kemenkeu untuk memberikan penjelasan dan pengisian plot-plot kosong untuk dapat diisi.

“Uang sudah disetorkan kepada seseorang bernama Wakri Herman,” tegasnya.

Bahkan pada tahun 2015, korban mendapatkan surat bertuliskan BKN Kantor Regional Yogyakarta dengan nomor: 4/BKN-Kanreg DIY/II/2015 perihal: Informasi Sosialisasi dan Penyuluhan Kandidat CPNS Lulus Seleksi Dinas dan Non Dinas.

“Surat itu dikirimkan dan mengatakan mengatakan kalau memang fakta ada penerimaan. Setelah dicek ke Badan Kepegawaian Daerah Jateng ternyata SK itu palsu,” ujar Bangkit.

Saat akan ditemui terlapor Herman selalu beralasan ketika ditanya terkait proses penerimaan CPNS itu. Kemudian setelah dicek, ternyata Herman bukan pejabat Kemenkeu.

“Korban baru tahu kalau ini abal-abal awal tahun ini,” katanya.

Sementara itu korban yang mengenal terlapor Heru memberikan informasi kalau Heru merupakan salah satu oknum anggota polisi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

“Korban kan kenal Heru karena temannya SMA, dia oknum polisi di Pekalongan Kota, infonya di salah satu Polsek,” tandas Bangkit.

Korban penipuan modus tersebut bukan hanya empat orang yang didampingi Bangkit berjumalh 20 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp 2 miliar.

“Data kita sementara 20 orang. Menurut keterangan klien, uang sudah disetor. Total kerugian sekitar Rp 2 miliar,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan laporan korban akan diterima dan ditindak lanjuti. Menurut Djarod modus penipuan tersebut kemungkinan banyak korban, untuk itu korban-korban lainnya diharapkan segera melapor.

“Korban penipuan CPNS biasanya lebih dari satu. Semoga korban lain ikut melaporkan. Di Polres Semarang juga ada laporan serupa,” ungkap Djarod.

Terkait dugaan adanya oknum anggota polisi yang terlibat dalam penipuan tersebut, Djarod menjelaskan, hal itu pasti ditindak lanjuti menunggu laporan lengkap dari korban.

“Kita kumpulkan duku informasi. Akan ada tindak lanjutnya. Dari pendalam dan introgasi awal nanti kita ketahui siapa yang terlibat,” pungkasnya (MJ-303)

Comments are closed.