Merapi Erupsi, Tiga Hutan Terbakar 12 Daerah Hujan Abu

SEMARANG, Mediajateng.net – Dampak erupsi Gunung Merapi pada Jumat (1/6) menyebabkan hujan abu di 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu, tiga hutan mengalami kebakaran.

Sebelumnya BPPTKG melaporkan tinggi kolom abu letusan teramati membumbung mencapai 6.000 meter di atas puncak (± 8.968 m di atas permukaan laut).

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Letusan tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi 2 menit.

“Letusan hanya sesaat selama 2 menit. Setelahnya tidak nampak adanya letusan. BPPTKG masih terus memantau intensif dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi,” kata Sutopo.

Selain itu, Sutopo menjelaskan abu vulkanik letusan Gunung Merapi menyebar ke 12 kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Yakni Semarang, Kabupaten Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali, Kota Solo, Karanganyar, Klaten, Demak, Kendal, Sleman dan Magelang.

“Selain itu, dua bandara dinyatakan tutup sementara, yakni Bandara A. Yani di Semarang dan Bandara Adi Sumarmo di Boyolali,” katanya.

Menurut Sutopo, letusan Gunung Merapi pagi tadi didominasi letusan proses magmatik. Di Dusun Stabelan Desa Tlogolele Kecamatan Selo Kab Boyolali bahkan ditemukan 3 titik hutan terbakar saat terjadi letusan. Namun berdasar data deformasi tidak ada gejala inflasi atau deflasi.

“Tiga titik hutan terbakar. Letusan Gunung Merapi ini didominasi proses letusan magmatik. Ekstrusi magma untuk sampai ke permukaan masih membutuhkan waktu mengingat posisi magma masih berada di bawah 3 km,” tandasnya.

Sebagian warga memilih mengungsi demi keamanan.

Sutopo juga menyampaikan, saat ini 570 jiwa warga Desa Tlogolele mengungsi ke TPPS Tlogolele. Sebagian mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing pasca meletusnya Gunung Merapi pagi ini.