Masalah Kutu, Perum Bulog Digugat PT Jatiluhur 6 Milyar

Semarang-mediajateng.net

Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang digugat PT Jati Luhur Agung, perusahaan pembuat lantai kayu di Kota Semarang, teekait dugaan adanya kutu yang muncul dari gudang milik perusahaan negara yang mengurusi masalah pangan itu.

Legal Officer PT Jati Luhur Agung, Bagus Haris, di Semarang, mengungkapkan, kutu dari gudang yang letaknya bersebelahan dengan pabrik lantai kayu ini menyebar ke daerah sekitar lokasi pabrik di kawasan industri Wijaya Kusuma,Tugu Semaramg

“Kejadian pada Juli 2017. Di lokasi pabrik banyak sekali ditemukan kutu,” ungkap Bagus kepada mediajateng.net Selasa (26/12).

Khawatir serangga-serangga itu akan merusak produk yang akan diekspor ke luar negeri , pihak perusahaan bahkan memanggil ahli yang paham soal serangga.

Dari pemeriksaan, yang dalam hal ini Badan Lingkungan hidup , kutu yang menyebar di sekitar pabrik tersebut teridentifikasi bukan rayap.

“Dari hasil pemeriksaan ahli, kutu-kutu itu berasal dari bahan makanan jagung,” imbunya.

Setelah melakukan penelusuran, menurut dia, diketahui sumber asal kutu tersebut dari gudang Bulog yang ada persis di samping pabrik.

“Kami sudah sampaikan keberatan ke Bulog. Mereka juga menyatakan memang mendapat titipan stok jagung dan sempat terlambat melakukan fumigasi,” tegasnya

Bahkan, lanjut dia, hingga saat ini belum upaya nyata Bulog untuk mengatasi masalah kutu tersebut. Karena belum ada niat baik Bulog untuk menyelesaikan permasalahan itu, PT Jati Luhur Agung akhirnya mengajukan gugatan perdata dan meminta ganti rugi.

Total ganti rugi yang dituntut mencapai Rp6 miliar, di mana sekitar Rp1,1 miliar di antaranya merupakan kerugian karena harus menarik kembali empat kontainer produk daei Guangzhu Cina. Sediamya barang tersebuta akan dikirim ke Amerika Serikat.

“Kami tarik kembali karena khawatir ditolak negara tujuan karena dikira produk kami ada rayapnya,” Pungkasnya. (MJ-303)

Comments are closed.