Mantan Kepala BLU UPTD Terminal Mangkang Joko Umboro Diperiksa Unit Tipikor Polrestabes Semarang

Semarang-mediajateng.net

Penyidik unit Tipikor Polrestabes Semarang melakukan pemeriksaan kepada mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Terminal Mangkang Semarang Joko Umboro terkait dugaan korupsi penyewaan delapan delapan Bus Rapid Transit (BRT) secara ilegal dan dugaan penyalahgunaan wewenang.

Pemeriksaan tersebut berlangsung selama 7 jam di ruang Penyidik Tindak Pidana korupsi Polrestabes Semarang pada Kamis (2/2) lalu

“Benar, Kamis (2/2) yang lalu bersangkutan kami periksa,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Minggu (5/2) saat dibubungi melalui ponselnya

Dalam pemeriksaan tersebut, sekitar 50 pertanyaan dilontarkan penyidik kepada mantan Kepala UPTD Terminal Mangkang tersebut.

“Pemeriksaan ini terkait Joko Umboro yang saat itu menjabat sebagai Kepala BLU, karena kasus ini diduga terjadi saat dia masih menduduki jabatan itu. Ya, pertanyaannya seputar itu,” imbuh Kasubnit Tindak Pidana Korupsi Polrestabes Semarang Aiptu Arief Setiawan.

Lanjut Arif , pemeriksaan tersebut merupakan kali pertama yang dilakukan pihaknya terhadap Joko Umboro terkait kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Sedang untuk pemeriksaan selanjutnya Arief mengatakan untuk sementara ini pihaknya akan berkordinasi dengan pihak Kementrian Perhubungan yang mereka percaya sebagai saksi ahli. Sebab, pihak kenentrian itulah yang bisa menerangkan terkait ketentuan yang harus dilakukan dan dipenuhi dalam menjalankan bisnis transportasi tersebut.

“Mereka yang bisa menerangkan kalau mobil pemerintah itu bayarnya berapa subdisinya berapa kalau dijalankan pihak swasta ,mobil atau bus swasta bayarnya berapa subsidinya berapa. Kami juga akan berkordinasi terkait izin trayek,” katanya.

Keterangan itulah yang nantinya digunakan sebagai salah satu panduan dalam pengembangan kasus tersebut hingga semuanya bisa terbongkar. Sebelumnya kordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit untuk mengetahui kerugian yang harus ditanggung negara terkait dugaan korupsi itu juga dilakukan penyidik.

“Kami masih berkordinasi dengan BPK untuk melakukan audit. Kalau hasilnya sudah diketahui kami akan melangkah ke tahap selanjutnya,” pungkasnya ( MJ-303)

Comments are closed.