GMPK Jateng Intruksikan Anggota Aktif Pengawasan dan Memilih di Pilkada

Grobogan, Mediajateng.net-
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020, yang digelar Rabu (9/12) pekan depan harus menjadi perhatian bersama.

Pesta demokrasi yang tidak hanya menggunakan anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) namun juga APBD kota dan kabupaten menjadi moment untuk memilih pemimpin yang akan memimpin dimasa mendatang.

Ketua Gerakan Mayarakat Perangi Korupsi (GMPK) Edi Susanto, meminta pengurus dan anggota se Jawa Tengah untuk ikut berperan aktif dalam Pilkada serentak.

Edy Susanto menyakini dalam Pilkada tahun ini masih sarat dengan money politic. Masyarakat masih menganggap pilkada sebagai pesta demokrasi.

“Pesta identik dengan hura-hura. Seharusnya memilih pemimpin itu masuk kategori tirakat demokrasi. Pakai mata hati, pilih pemimpin yang sudah selesai dengan diri sendiri, punya rekam jejak mengabdi dan melayani,” ungkap Edy.

Tetapi Edy melihat kondisi ini adalah perilaku yang salah, dan kalau kita urai permasalahannya sangat komplek. Apalahi masing-masing daerah mempunya perbedaan dan keberagaman.

“Kedepan harus dicarikan solusi bagaimana supaya biaya politik tidak tinggi,” tambahnya.

Terlepas dari itu semua, Edy Susanto menginstruksikan semua pengurus dan anggota GMPK se Jawa Tengah untuk berperan mensukseskan Pilkada serentak.

“Pilkada menggunakan uang rakyat. Maka sebagai rakyat kita harus ikut mensukseskan hajat besar ini. Rata-rata anggaran setiap kabupaten dalam pelaksanaan pilkada ini mencapai Rp 40 Milyar. Jangan sampai anggaran sebesar itu menjadi sia-sia ketika masyarakat enggan datang ke TPS,” tambahnya.

Kita ajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk datang ke TPS, berikan suara kita. Partisipasi masyarakat dalam pilkada ini sangat penting.

“Jangan sampai kita hanya bisa mengecam pemimpin tetapi kita tidak ikut andil dalam pilkada,” tambahnya.

Berkaitan dengan calon Bupati yang masih menggunakan money politic, kita doakan saja semoga kedepan Pilkada bisa lebih baik.

“Semoga nantinya muncul calon pemimpin yang benar-benar amanah. Murni karena dorongan dari rakyat, bukan karena ambisi pribadi atau kelompok,” tambahnya.

Momentum Pilkada yang jatuh pada 9 Desember dan bersamaan dengan hari anti korupsi sedunia semoga bisa menjadikan kepala daerah yang terpilih nantinya untuk tidak korupsi.

Edy juga memerintahkan pengurus DPD GMPK Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah untuk melakukan pengamatan terhadap perilaku masyarakat saat pencoblosan.

“Perilaku yang menjadi sasaran pengamatan diantaranya adalah kehadiran ke TPS, kehadiran masyarakat ke TPS dikarenakan kesadaran demokrasi atau karena faktor yang lain,” tegasnya.

Hasil pengamatan nantinya akan dijadikan laporan kepada DPP GMPK untuk menjadi kajian nasional dan dijadikan rekomendasi buat pemerintah.mj/50