Dugaan Korupsi BRT : Enam orang diperiksa Tipikor Polrestabes

Semarang,Mediajateng.net-hilangnya 32 ban serep serta dugaan penggelapan dana di lingkup Bus Rapid Transit (BRT) Badan Layanan Usaha (BLU) Kota Semarang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Mangkang terus ditelusuri aparat kepolisian. Sampai hari ini, penyidik Tipikor Polrestabes Semarang tengah memeriksa enam orang terkait skandal kasus tersebut.

“Sudah sekitar enam orang yang diperiksa. Kami masih mendalami dan menelusuri kasus ini, semoga segera bisa selesai dan terungkap,” tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat dihungi melalui ponselnya.

Abiyoso menegaskan pihaknya bekerja secara profesional dan objektif dalam upaya mengungkap kasus dugaan korupsi dan mengetahui para pelakunya.

“Kami yakin siapa pelakunya pasti akan ketahuan, tapi tolong kami beri waktu untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Abioso menambahkan, penyelidikan kasus yang tengah diusut ini tidak hanya mengarah pada pelaporan hilangnya puluhan ban serep BRT di dalam Terminal Mangkang. Pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan adanya dugaan kasus lain yakni penggelapan dana atau korupsi.

“Jadi awalnya dari laporan kehilangan ban, kemudian kami lakukan penyelidikan dan penyidikan akhirnya terus berkembang ada dugaan penggelapan,” jelasnya.

Abioso belum bisa menyebutkan identitas enam orang yang telah diperiksa penyidik Polrestabes Semarang karena masih sebatas sebagai saksi.

“Jadi tidak bisa terburu-buru kami sampaikan, supaya tidak bias. Saksi sudah ada enam orang, ada orang luar ada maupun orang dalam,” tandasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko P kasus ini masih terus dalam penyelidikan

“Ini masih penyelidikan. Nanti kalau sudah tertangkap kami ekspose,” katanya

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Semarang menerima laporan pencurian 32 ban serep Trans Semarang yang hilang dari garasi Terminal Mangkang Semarang. Belum selesai kasus itu, kasus dugaan penggelapan dana mencuat.

Soal dugaan penggelapan dana ini, informasi yang dihimpun ada delapan unit BRT Trans Semarang armada baru disewakan ke pihak swasta diduga secara ilegal. Armada baru itu sedianya untuk operasional Koridor VI yakni rute Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang – Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekarang.

“Koridor itu belum beroperasi (Koridor VI), tapi armadanya sudah dioperasikan di koridor lain. Ini sedang kami selidiki (dugaan korupsi),” kata Kombes Abioso Seno Aji , Jumat (6/1).

Informasi yang dihimpun, Delapan unit BRT yang sedianya dipakai untuk operasional Koridor VI, itu disewakan untuk dipakai di Koridor III (Rute Pelabuhan Tanjung Emas – Jalan Sisingamangaraja Akpol) dan Koridor IV (Rute Terminal Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang). (MJ-303)

Comments are closed.