Diserang Bule, Jagung Banyak yang Rusak

Gubug,Mediajateng.net- Benih jagung hasil produksi pabrikan yang ditanam warga di Grobogan, banyak yang rusak atau lebih dikenal diserang bule.

Purnomo, warga Tanggungharjo, kepada Wawasan, Selasa (27/12) mengungkapkan, kendati berhasil panen namun hasil produksi jagung tidak sebanyak tahun lalu.
“Tahun ini diserang bule. Biasanya dapat 28 sak jagung, sekarang dapat 18 sak,” aku pria yang mengolah beberapa area lahan.

Kendati benih yang ditanam merupakan benih hasil dari pabrikan yang banyak dijual di sejumlah toko pertanian, namun tidak menjamin hasil tanaman jagung maksimal. “Hampir separo pohon jagung putih jika dibiarkan kemungkinan juga tidak keluarkan buah jagung,” tambahnya.

Karenanya, spekulasi lebih banyak dilakukan petani dengan nekat mencabut pohon jagung kendati belum lama tumbuh.
“Jika bule mesti dicabut terus disulam. Bule biasanya terjadi karena pupus jagung basah sehingga hasil tanaman tidak maksimal,” tambahnya.

Keluhan senada diungkapkan, Srini, warga Sugihmanik ini mengaku dari seperempat hektar lahan yang ditanami jagung hanya sekitar 20% yang behasil panen.
“Buahnya jika ada juga kecil seperti gak tua sempurna. Tapi tetap dipanen untuk kurangi angka kerugian,” tambahnya.

Kondisi tanaman jagung menjadi bule, juga menimpa sebagian besar petani yang memilih menanam jagung.
Kandungan air yang tinggi membuat batang jagung membusuk sehingga mengurangi kemampuan produksi jagung.(MJ.070)

Comments are closed.