Beri Gaji Dibawah UMK, Hotel Bereputasi Internasional Didemo Karyawan

SEMARANG,Mediajateng.net –Nama besar Novotel sebagai jaringan Hotel kelas internasional ternyata tidak serta merta membuat kesejahteraan karyawannya terjamin.ini dialami 16 karyawan Hotel Novotel Semarang yang melakukan unjuk rasa di depan hotel tersebut, Kamis (1/9).

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan, terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang akhirnya merugikan para karyawan.
Menurut Ketua Koordinator, Kartika Nugraha, sudah ada 20 karyawan yang telah di PHK secara sepihak. Mereka adalah yang bekerja sebagai house keeping, laundry, clining service, security dan beberapa bagian lainnya. Kartika memastikan, jumlah karyawan yang akan mengalami nasib yang sama akan bertambah nantinya.
“Akhirnya kami turun ke jalan gelar demo. Kami menuntut diangkat menjadi karyawan tetap, dan sesuai dengan perundang-undangan dinas ketenagakerjaan. Kita para karyawan yang di PHK banyak sekali, padahal telah bekerja selama 5 hingga 8 tahun, namun tidak ada kejelasan sebagai karyawan tetap. Gaji masih dibawah UMK,” ungkapnya.
“Mereka yang di PHK sepihak, ada yang mendapatkan pesangon dan belum mengambil pesangon. Karena dari pihak Novotel Semarang memutuskan kerja secara sepihak dengan memberikan pesangon, dan ada pula memang para pekerja yang sebagai pekerja harian lepas yang sudah bertahun-tahun,” terangnya.
Mereka para pekerja yang diputus kerjanya, lanjutnya, hanya diberikan pesangon satu kali gaji, dan ini tidak sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.
“Seperti saya statusnya hanya sebagai karyawan kontrak selama 8 tahun, namun tidak ada pengangkatan sebagai karyawan tetap sampai saat ini. Ada pula teman kami yang bekerja selama 5 tahun, baru tahun ini mendapatkan THR,” katanya.
Sebelumnya Kaka menegaskan bahwa permasalahan ini telah dilaporkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang.
Ditengah berlangsungnya unjuk rasa, pihak managemen hotel, yang diwakili Executive Assistant Manager Martheas Mulyana dan HRD Irma Enggeline, mengajak para pendemo melakukan mediasi didampingi pihak kepolisian. Setelah dua jam mediasi, hasilnya pihak managemen tetap pada keputusan PHK dan diberi pesangon.
“Tapi kami sepakat menolak (keputusan manajemen,red). Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami sebagai karyawan sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja,” tegas Kaka.(MJ.01)

Comments are closed.