8 Jam 8.471 Hewan Dipotong dan Dibagikan

Caption :
Ketua DPW Prof DR Singgih Trisulistyono MHum menyerahkan hewan korban kepada Fajar Shiddiq Ketua PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa ) Al Hikmah Semarang Foto : mediajateng.net

Semarang. Mediajateng.net – Perayaan Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh ditengah masa pendemi covid-19 tidak menyurutkan semangat berbagi kepada sesama untuk warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Hewan kurban baik sapi maupun kambing, dari pantauan, Mediajateng.net hingga, Jumat (31/7) dikirim ke sejumlah masjid yang menjadi titik pemotongan. Pemotongan dilakukan setelah jamaah selesai menjalankan sholat Idul Adha.

“Semangat berbagi untuk sesama di moment Idul Adha tidak turun. Hal ini terlihat dari jumlah hewan kurban yang kurban ada kenaikan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW LDII) Prof DR Singgih Trisulistyono MHum.

Dalam prosesi penyembelihan, tidak ada yang berbeda. Namun, jika tahun sebelumnya orang bebas melihat tahun ini ada yang dibatasi.

“Mengikuti aturan MUI dan pemerintah terkait protokol kesehatan. Saat mengerjakan penotongan hewan mengenakan masker dan cuci tangan.

Anak-anak yang biasanya suka meliht sambil main main, kali ini tidak boleh mendekat namun kita sediakan live streaming jadi mereka bisa melihat di rumah maupun di pondok pesantren mahasiswa di samping masjid,” katanya, saat ditemui Mediajateng.net, di Lapangan Parkir Masjid Hidayatulloh, komplek Pondok pesantren mahasiswa Semarang.

Prof Singgih didampingi Sukadi bendahara DPW LDII menguraikan, jumlah hewan kurban mengalami peningkatan. Jika tahun lalu ada 2.400 hewan. Tahun ini meningkat menjadi 8.471 hewan.
“Data hewan kurban sapi 4.428 ekor dan kambing 4.043 ekor,” tambahnya, kepada mediajateng.net

Pembina PPM Al Hikmah Ir Agus Rudi Hartono, menjelaskan prosesi pemotongan hewan dilakukan setelah sholat Idul Adha. Salah satu lokasi pemotongan hewan dilaksanakan di PPM Al Hikmah, Semarang.

“Daging langsung didistribusikan ke rumah warga. Dihantar ke rumah agar tidak ada kerumunan jam 09.00 atau sekitar dua jam usai memotong sudah ada yang didistribusikan dan sebelum sholat Asyar sudah selesai perkiraan delapan jam,” katanya sosok yang dipanggil Gus Rud.

Selain warga, ratusan santri PPM yang ada di pondok ada dipondok juga mendapatkan daging.

“PPM Al Hikmah menampung hampir 200 santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah bahkan dr Luar Jawa yang kuliah disejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang. Kebanyakan mereka memilih mondok dibanding tinggal di rumah kos,” tambah salah satu arsitektur senior di Kota Semarang, disela mengawasi penotongan hewan.

Sukadi bendahara DPW LDII, menjelaskan hewan kurban dibeli dari peternak yang selama ini menjadi sentra pertenakan sapi di Jawa Tengah.
Pendemi covid banyak membuat perubahan, kendati menggelar sholat Idul Adha sejumlah masjid di perumahan yang biasanya digunakan memotong belasan hewan kurban kali ini tidak melakukan pemotongan hewan kurban.