Tidak Ingin Coklit Jadi Penyebar Covid, Petugas Dirapit Tes

Petugas PPDP, KPU Kabupaten Grobogan saat menjalani rapid tes di aula kecamatan Godong. Foto : Dok/Mediajateng.net

Grobogan, Mediajateng.net- Tahapan penyelenggaraan pemilu kepala daerah (Pilkada), 9 Desember 2020 terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Grobogan.

Setelah merekrut 2.971 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), KPU memastikan kesehatan petugas dengan menggelar tes rapid. Tes dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan petugas yang akan menyebar untuk memastikan jumlah pemilih.

Pelaksanaan tes, dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati mendatang yang ditakutkan menjadi klaster penyebaran covid-19 bisa dihilangkan.

Tes dilakukan serempak kepada 2.971 PPDP di 19 kantor kecamatan se-kabupaten Grobogan, Rabu (8/7).

Ngatiman, Komisioner KPU Kabupaten Grobogan menjelaskan, tidak ingin coklit jadi sarana penyebar covid, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Dirapit tes dilakukan agar penyelenggara tidak ada yang terpapar Covid.

Tes kesehatan petugas PPDP. Foto : dok/mediajateng.net

“Penyelengaraan pemilu di tengah pendemi diharapkan tidak lagi yang namanya klaster pemilu. Kita lakukan tes keada seluruh petugas PPDP yang akan melakukan coklit data pemilih. Ada 2.971 petugas yang kita tes,” katanya kepada, mediajateng.net.

Tes rapid, dilakuan lantaran dalam elaksanaan colit, petugas akan bertemu dengan calon pemilih dengan mendatangi langsung ke rumah. Jika hasil tes petugas dinyataan negatif maka tidak saja tidak menularkan, namun juga membuat warga tidak ketakutan saat datangi petugas.

“Karena PPDP melaksanakan coklit dilakukan door to door, langsung ke masyarakat setempat. Diharapkan masyarakat juga tenang saat petugas datang,” tambahnya kepada, mediajateng.net.

Hal senada diungkapkan Komisioner KPU Kabupaten Grobogan, Joko Widodo. Ditemui Mediajateng.net, Joko MP menjelaskan pelaksanaan tes, merupakan tindak lanjut dari dengan surat edaran nomor 531 tentang percepatan pencagahan Covid-19 ditindaklanjuti PKPU No. 6 Th 2020 terkait protokol Covid-19.

“Jika ada yang reaktif diganti mengungat waktunya pendek. Jadi akan diganti. Jika menunggu mereka dikarantina 14 hari tidak cukup karena tenggat waktu pelaksanaan coklit hanya sekitar satu bulan yakni mulai 15 Juli sampai 13 Agustus,” tambahnya.

Dari pantauan dilapangan, sebanyak 2.971 petugas PPDP pelaksanaan tes berjalan lancar. tampak sejumlah petugas yang ketakutan dengan jarum suntik berusaha menutup muka saat petugas akan menusuk jari mereka untuk mengambil darah untuk di tes.ag/mj