Walikota Apresiasi Petugas Pompa Air

Semarang-mediajateng. net

Hujan lebat yang melanda Kota Semarang selama empat hari berturut-turut, membuat Walikota Semarang Hendrar Prihadi turun langsung ke lapangan guna meninjau banjir khususnya yang terjadi di Genuk, pada Selasa (14/2) pagi. Usai jalan sehat bersama warga Kelurahan Pleburan, pihaknya langsung meluncur ke kawasan Genuk, tepatnya di samping Kali Tenggang. Seperti diketahui sebelumnya, hujan yang turun sejak Senin (13/2) malam telah mengakibatkan beberapa ruas jalan di sepanjang Jalan Kaligawe terendam banjir. 

Menurut Hendi, banjir yang terjadi merupakan akibat luapan air sungai yang tidak mampu menampung limpasan air dari wilayah atas, sehingga meluber hingga ke jalan raya dan masuk ke perkampungan.
Sesampainya di sana Hendi langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk menghidupkan pompa, agar air yang tergenang bisa langsung dibuang ke laut.

“Ketersediaan pompa di kala musim penghujan sangatlah penting. Dan Saya harus memberikan apresiasi kepada para petugas pompa yang sudah bekerja 24 jam guna memastikan pompa portable berfungsi dengan optimal” jelas Walikota.

Dikatakan pula oleh Walikota bila proyek kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan Provinsi Jawa Tengah sudah mulai dibangun, banjir Semarang tidak separah ini.

“Dengan peninggian Kali Tenggang dan penutupan muara di Kali Sringin yang akan dilelangkan dalam waktu dekat dipastikan banjir dan rob bisa berkurang.” ungkap Walikota.

Salah seorang petugas pompa, Sarwoto (50) mengatakan dirinya dan petugas lainnya, terus siaga dalam kondisi banjir seperti ini.

“Tapi, saya dan teman-teman yang bertugas di sini, selalu berharap agar banjir segera surut dan Semarang khususnya wilayah genuk terbebas dari banjir,” katanya.

Seolah mengamini harapan petugas pompa air sedot banjir tersebut, Walikota menghimbau kepada warga untuk selalu menjaga lingkungan sekitar saluran, drainase dan kali termasuk dari adanya sampah yang dapat mengganggu arus air di kala hujan.

“Bila sampah masuk ke mesin pompa air sedot banjir dipastikan dapat mengganggu kinerja mesin. Karena itu, jangan pernah membuang sampah di sungai, karena akibatnya tentu berdampak buruk bagi masyarakat” pungkas Walikota.(MJ-505)

Comments are closed.