Usai Ujian Mandiri, 93 Mahasiswa Akkes Ucap Sumpah Profesi

SEMARANG, Mediajateng.net – 60 mahasiswa lulusan DIII Keperawatan dan 33 orang lulusan DIII Kebidanan, Akademi Kesehatan (Akkes) Asih Husada Semarang diambil sumpah usai melakukan prosesi Wisuda, di Hotel Patra Jasa Semarang, Senin (17/10).

Sebelumnya para wisudawan ke XIX tersebut telah melewati ujian akhir berupa ujian OSCA, uji PBT, Uji Sidang Karya Tertulis Ilmiah Kebidanan maupun Keperawatan. Pembantu Direktur I Bidang Akamdemik, MA. Gunung Iskandar, S4, M.Pd Mengatakan bahwa ujian tersebut dilakukan secara mandiri oleh pihak Akademi Kesehatan Asih Husada Semarang. “Para mahasiswa telah melakukan kewajibannya dengan baik dan melewati serentetan prosesi ujian, akhirnya mereka bisa lulus. Hingga saat kami berhasil meluluskan 1.141 orang yang terdiri dari 986 lulusan DIII Keperawatan dan 155 lulusan DIII Kebidanan,” katanya kemarin.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Akkes Asih Husada Semarang, Akmad Hardiman menjelaskan jika sebelum berubah nama menjadi Akademi Kesehatan, pada tahun 2011 silam bernama Akademi Keperawatan. Perubahan nama sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 75/E/O/2011 ditambah program studi Diploma Kebidanan. “Dengan perubahan nama itu, kami berkomiten untuk menciptakan lulusan dibidang kesehatan atau avokasi yang memiliki kompetensi yang tinggi,” ungkapnya.

Terpisah Kasubdit Kelembagaan Kopertis Wilayah 6, Sumarno SE. MSI menjelaskan jika saat ini pemerintah melalui Kementrian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah mengeluarkan pembatasan bagi perguruan tinggi untuk membuka fakultas atau program studi baru dibidang kesehatan. “Kecuali politeknik, kami malah terus mendorong sebagai bentuk penguatan bidang vokasi,” tambahnya.

Pembatasan tersebut dilakukan agar universitas atau institusi yang saat ini sudah ada bisa fokus memperkuat lulusan dibidang kesehatan. Ia mencontohkan Cina sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia, hanya memiliki 2.600 perguruan tinggi dimana 70 persen diantaranya bergerak dibidang kesehatan. Berbanding terbalik dengan Indonesia, yang saat ini memiliki 4.350 perguruan tinggi atau institusi pendidikan dengan mayoritas bergerak dibidang kesehatan. “Terbukti di Cina sangat maju dan pesat dibidang kesehatan, konsepnya saat ini dkembangkan di Indonesia dan penguatan ini tidak bisa ditawar lagi,” jelasnya. (MJ-069)

Comments are closed.