Tujuh Daerah di Jateng Akan Gelar Aksi 2 Desember

SEMARANG, Mediajateng.net – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mengimbau masyarakat yang akan turun ke jalan untuk aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), Jumat (2/12) di untuk tetap mematuhi aturan.‬

Dari informasi bidang Intelkam Polda Jateng, ada 7 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menggelar aksi tersebut, yaitu Kota Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas dan Kota Surakarta .

‪Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, menyatakan pihaknya akan melakukan pengamanan penuh.‬

‪”Tidak ada demonstrasi, tapi doa bersama. Di Jawa Tengah ada 7 kab/kota yang adakan aksi damai bela Islam (jilid) III, ” ungkap Djarod, saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (1/12)

‪Lanjut Dajrod telah melakukan berbagai persiapan untuk pengamanan kegiatan tersebut. Di antaranya; melaksanakan gelar pasukan gabungan, memberikan berbagai imbauan dan pendekatan persuasif.‬

‪”Agar tidak terhasut isu (provokasi memecah persatuan dan kesatuan),” lanjutnya.‬

‪Djarod menyebut ada berbagai elemen masyarakat yang akan melakukan aksi di Jawa Tengah.

‪Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, menegaskan pihaknya setidaknya mengerahkan 2/3 total kekuatan personil untuk mengamankan kegiatan tersebut. Juga dibackup TNI masing-masing 1 SSK di tiap-tiap wilayah eks karesidenan di Jawa Tengah.‬

‪”Tidak ada senjata (api) yang digunakan. Pelaksanaan kegiatan harus tetap menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain, tidak mengganggu ketertiban umum serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

‪Sebelumnya Condro telah mengeluarkan maklumat Kapolda Jawa Tengah bernomor; Mak/01/XI/2016 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum/Unjuk Rasa/Demonstrasi.‬

‪Dalam maklumat ada item yang menyebutkan bahawa pelaksanaan dibatasi mulai pukul
06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, dilarang membawa senjata api, senjata tajam, senjata pemukul atau benda-benda yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, sebagaimana diatur Undang-Undang Darurat Republik Indonesia nomor 12 Tahun 1951. ( MJ-303)

Comments are closed.