Tarif Angkutan di Jateng Tidak Jelas

Semarang-mediajateng.net

Bertahun – tahun operasional sektor transportasi publik didalam negeri ternyata dikuasai oleh mekanisme pasar. Akibatnya seperti disebutkan DPD Organisasi Pengusaha Angkutan Darat, telah terjadi persaingan yang tidak sehat dalam industri transportasi.

“Masing – masing pelaku jasa transportasi tidak memiliki patokan jelas berapa harga yang harus dibebankan kepada masyarakat. Sehingga yang terjadi, ada pelaku usaha transportasi yang sengaja membebankan biaya tinggi kepada konsumen. Dan ada yang pula dengan sengaja banting harga termasuk memanipulasi menambah muatan.” kata Dedi Sudiardi, selaku Wakil Ketua DPD Organda Jawa Tengah, dalam sebuah diskusi Transportasi Darat Angkutan Barang, Rabu ( 22/2 ) di kawasan Pemuda Semarang

Dengan kondisi ini, jelas tidak ada patokan jelas pula bagi masyarakat untuk terjamin dalam hal keselamatan menggunakan transportasi. Efek selanjutnya adalah kerusakan jalan akan terus terjadi. Sampai saat ini, DPD Organda Jawa Tengah, terus mendesak pemerintah pusat untuk mengeluarkan panduan tarif bagi sektor angkutan

Makin bertambahnya jalan rusak di sepanjang wilayah Jawa Tengah yang terjadi saat ini, jelas dirasakan Organda Jawa Tengah berdampak bagi operasional transportasi miliknya.

“Jarak tempuh akan menjadi semakin tersendat – sendat, begitu pula dalam hal penggunaan bahan bakar akan menjadi bertambah boros.” katanya (MJ-202)

Comments are closed.