Sisir Pasar Klitikan, TNI Sita Topi Berlogo Palu Arit

SEMARANG, Mediajateng.net – Anggota Kodim 0733 Kota Semarang, melakukan penyitaan topi dan perlengkapan tentara Soviet dari lapak kios pedagang klitikan kota lama Semarang Padang Rani, Rabu (11/5) malam.
Barang kuno yang disimpan Sahrul (49) pedagang asal Betawi, Jakarta, dibawa ke Markas Kodim, Jalan Pemuda, Semarang lantaran pada pin yang dipajang terdapat lambang palu dan arit yang dilarang beredar di Indonesia.
Komandan Kodim 0733 Kota Semarang, Letkol Kav Puji Setiono, mengungkapkan, kedatangan petugas ke lapak PKL pasar klitikan yang dikelola Primkopad S-06/Pimdam IV/Diponegoro lantaran adanya salahsatu pedagang yang menyimpan barang antik yang terdapat gambar palu dan arit. “Kodim mendapat laporan dan setelah kita cek ke lokasi ternyata benar dan barang kita temukan,” ungkap Puji Setiono.
Barang yang ditemukan, tambah dia, kemudian dibawa ke Mako Kodim Kota Semarang. Untuk pemilik, kita mintai keterangan. “Untuk penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan pihak Kepolisian,” ungkapnya.
Terkait temuan itu, Letkol Puji meminta agar pedagang tidak memperjual belikan barang yang dilarang oleh negara. “jika ada ditemukan, pedagang diminta melaporkan ke pihak berwajib,” imbuhnya.
Terkait keberadaan baret tentara Soviet, Sahrul mengaku barang yang dibeli sekitar dua bulan lalu dari kenalan sesama penyuka barang antik merupakan koleksi pribadi yang tidak di perjual belikan kepada pembeli. “Ini tidak saya pajang dan ada tulisan koleksi. Barang saya simpan dan jika ada yang tanya baru saya tunjukan. Topi dulu saya beli Rp 750 ribu,” ungkap pedagang yang sudah istirahat ketika petugas datang.
Namun demikian, Sahrul mengaku sebagai pedagang barang antik dirinya tetap menempel bandrol harga di kemasan plastik pembungkus. “Topi saya beli Rp 750 ribu,” tambahnya.
Terkait keberadaan lambang palu dan arit, Sahrul mengaku mengetahui jika keberadaan palu dan arit dilarang beredar di Indonesia. Namun, tambah dia, dirinya mengetahui jika larangan adalah partai dan bukan pada lambang yang dipasang dibaret tentara. “Saya tidak tahu jika topi juga di larang. Jika dilarang silahkan jika akan disita,” ungkapnya pasrah. (MJ-058)

Comments are closed.