Sengketa Tanah, Warga Geruduk Kantor Desa

DEMAK,Mediajateng.net-Keluarga ahli waris Mukti Dulatif, warga Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Demak, menggruduk kantor balai desa setempat, Jumat (6/1/2017).

Dipimpin oleh Sumari (64) bersama saudaranya Yusuf Mukti (47), belasan massa tersebut hendak menyegel kantor balai desa menyusul adanya rencana pembangunan kantor desa.

Mereka emosi karena pemerintah desa dengan seenaknya saja membangun kantor desa yang diklaim milik almarhum Mukti Dulatif tanpa seizin pihak ahli waris.

“Ini tanah keluarga kami. Kalau mau membangun ya izin kita dulu,” kata Yusuf Mukti.

Beruntung aksi penyegelan itu tidak sampai terjadi setelah adanya mediasi oleh Kapolsek Sayung, AKP Budi Rahmadi, Camat Sayung, Wibowo serta Danramil Sayung,Kapten Infantri Mulyadi, yang datang ke lokasi.

Menurut ahli waris Sumari, Pemerintah Desa Karangasem harusnya memberikan ganti rugi atas tanah milik ahli waris yang telah ditempati untuk kantor desa selama belasan tahun.

“Tanah keluarga kami yang digunakan untuk kantor desa itu harus segera diganti,” ujar Sumari.

Sumari mengungkapkan,setelah ayahnya purna tugas sebagai kepala desa pada tahun 1975, dua tahun kemudian yakni tahun 1977 tanah C 194/persil 50/DII/0.50 digunakan untuk kantor desa.

Dan pada tahun 2010 pemerintah desa memutuskan sepihak untuk menyerahkan tanah milik orang tuanya yang hingga saat ini masih ditempati untuk kantor desa.

“Kami akan terus berjuang
meminta dan mempertahankan hak atas tanah itu, yang telah dirampas oleh pihak desa, ” ujar Sumari

“Kita sudah laporkan kasus perampasan tanah ini ke Pemkab Demak, tapi tidak ada respon sama sekali,” sesal Sumari.

Sementara itu, Kepala Desa Karangasem, Joko legowo, menjelaskan, proses kepemilikan tanah yang ditempati untuk kantor desa saat ini masih ditangani oleh Kabag Pemerintahan, Pemkab Demak, sehingga kita harus menghormati proses tersebut. Dan pihak desa juga tidak ada rencana penambahan gedung baru, hanya sebatas memperbaiki lantai keramik yang sudah rusak.

“Sengketa tanah ini khan masih dalam proses di Bagian Pemerintahan, mari kita hormati proses yang sedang berjalan ini, ” kata Joko.

“Saya sebagai kepala desa nderek mawon (ikut saja) maunya pihak keluarga apa,” tandasnya. (Mj-045)

Comments are closed.