Semangat Berbagi Dalam Keberagaman Adalah Natal Sesungguhnya

Semarang,Mediajateng.net – Ibadah malam misa Natal 2017 di Gereja Stasi St Petrus Krisologus BSB, Mijen Semarang, berlangsung khidmat, Minggu malam (24/12). Sekitar 2000 jemaah mengikuti misa yang dipimpin oleh Romo Agustinus Sarwanto SJ.

Dalam khotbahnya, Romo Agustinus mengajak jemaah gereja untuk mewujudkan budaya kasih dengan semangat berbagi. Hal ini karena budaya kasih dengan berbagi itu sesuai dengan amanat Tuhan dan secara nyata sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Yang kelihatan dengan semangat berbagi itu dari (orang) yang punya kepada yang tidak punya, dari (orang) yang pintar kepada yang kurang pintar. Dan sebetulnya setiap orang diajak punya pengalaman berbagi yang lebih dalam,” katanya sesuai dengan tema Perayaan Natal tahun ini “ Hendaklan Terang Kristus Menjadi Sumber Perwujudan Kasih Dalam Keberagaman Umat dan Nilai-Nilai Pancasila”.

Romo Agustinus melanjutkan, semangat berbagi yang lebih dalam itu gagasannya dari natal itu sendiri dengan berbagi cinta. Cinta yang menurut Tuhan itu yakni pertama memperhatikan sampai pada berani mengorbankan nyawa. Menurutnya, hal itu menjadi sangat luar biasa jika seseorang berani mengorbankan nyawa atas dasar cinta.

“Seperti Tuhan Yesus datang ke bumi karena cinta dan kasih. Dan buah dari berani berkorban itu kita akan selamat, kita akan bangkit dan kita tidak akan sia-sia,” tambahnya.

Jemaah gereja tidak perlu khawatir jika semangat berbagi sudah terlaksana dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberagaman suku agama dan budaya kata dia, akan menjadi kekuatan yang utuh dengan diwujudkan melalui persaudaraan.

“Kalau kita bersaudara, landasan utamanya adalah cinta. Contohnya,kalau kita mencintai tetanga kita tentu menghormati keyakinan agama kita masing-masing dan pada akhirnya kita mencintai di Indonesia otomatis bersatu dengan landasan cinta dan kasih,” katanya menyimpulkan sebagai pungkasan materi khotbah.

Tidak hanya dalam kotbah, tetapi tema yang berbau keberagaman juga dihadirkan lewat dekorasi Perayaan Natal Gereja Stasi St Petrus Krisologus BSB, Mijen Semarang.

Ketua Panitia Natal 2017, FX Joko Sukastomo menjelaskan dekorasi di dalam gereja yang digarap oleh pihak panitia mampu memadukan elemen-elemen khas Natal, sehingga hiasan Natal yang terpadu dan elegan.

“Falsafah sederhana, tetapi elegan dinilai sebagai perlambang liturgis kelahiran Bayi Yesus Kristus yang ditampilkan dalam Perayan Natal kali ini,” katanya.

Joko menambahkan dekorasi natal adalah suatu tradisi Natal yang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan memiliki keistimewaan sendiri yang khas.

“Hiasan Natal bukan sekadar semarak Natal, tetapi mempunyai arti rohani yang mendalam, saat merayakan cinta kasih Kristus yang hadir pada saat Natal dalam bentuk kandang, gua, pohon Natal, corona Natal, lilin Natal, malaikat dan bintang Natal,” katanya.

Sebagai wujud berbagi, Joko mengatakan, pihaknya juga telah melakukan bakti social berupa pembagian 655 paket sembako bagi warga yang kurang mampu di lingkungan sekitar gereja.Otg

Comments are closed.