Ratusan Nelayan Tolak Kehadiran Menteri Susi

SEMARANG, Mediajateng.net – Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Semarang Senin (5/9) mendapat penolakan dari nelayan Pati dan Tegal yang gabung dalam Front Nelayan Bersatu di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.

Tak hanya menolak, mereka juga menuntut agar Susi membatalakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik (cantrang). Sebab, regulasi itu dinilai membunuh para nelayan secara halus karena dirasa sangat menyusahkan masyarakat khususnya nelayan.

Kami menolak kedatangan Menteri Susi datang ke Jawa Tengah. Penolakan ini buntut dari kebijakan Susi yang tidak berpihak kepada nelayan. Baru baru ini ada 23 orang rekan kami nelayan ditangkap karena dianggap mencuri ikan, mencuri bagaimana lah ini laut Indonesia,” ucap Koordinator Aksi, Bambang Wicaksono.

Usai orasi, nelayan yang datang menaiki empat bus menyanyikan sindiran kepada Menteri yang terkenal energik tersebut. “Lir ilir, lir ilir nelayan kocar kacir. Gara-gara susi kentir, gawe permen orak mikir, ujar para demonstran serempak.

Setelah satu jam lebih menggelar orasi, beberapa perwakilan dari nelayan diterima oleh anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono. Anggota dewan dari fraksi PKS ini bahkan ikut berorasi bersama ratusan nelayan.Kawan-kawan nelayan hadir di sini untuk menuntut kesejahteraan, untuk anak istri. Karena itu, aspirasi para nelayan, yang jadi keluhan akan kami sampaikan,” katanya.

Diaberjanji di depan nelayan, Komisi B DPRD Jateng tidak akan berpangku tangan dan akan selalu mengawal perjuangan nelayan menuntut kesejahteraan. Bahkan dia akan membuat surat resmi kepada pemerintah pusat mengenai aspirasi para nelayan tersebut.  (MJ-070)

Comments are closed.