Profesi Advokat Harus Luhur, Mulia, dan Terhormat

Semarang,Mediajateng.net-Bagi Theodorus Yosef Parera, menjadi seorang advokad bukanlah profesi yang mudah. Menjadi seorang advokad harus memahami profesi yang dijalani advokad, hal ini disampaikan dalam peluncuran bukunya yang berjudul “Advokad dan Penegakan Hukum” belum lama ini di Hotel Patrajasa Semarang.

Buku setebal 142 halaman ini, menuangkan berbagai macam penjelasan. Menurut Ketua Peradi Kota Semarang ini, profesi advokad harus bertindak berdasarkan keluhuran kemuliaan dan kehormatan. Luhur adalah dengan niatan yang baik dan tulus, yaitu mendampingi seorang klien di dalam mendapatkan keadilan.

“Mulia adalah tanpa pamrih untuk menolong orang susah. Mendudukan seseorang agar orang itu duduk setara dalam memperebutkan keadilan dimuka persidangan maupun di dalam suatu proses peradilan. Terhormat adalah, advokad di dalam profesinya melayani klien dengan niat tulus dengan kedermawanan tanpa mementingkan honorarium ataupun pembayaran,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Parera mengatakan seoarang advokad harus dapat mewujudkan dirinya sebagai pusat keteladanan bagi seluruh profesi lain atau bagi seluruh penegak hukum di Indonesia. Oleh karena itu, apabila hal ini tercapai, maka seorang advokad baru akan bisa disebut terhormat.

Selain itu, Advokad juga diwajibkan secara hukum memberikan koreksi kepada penagak hukum lain yang melakukan kesalahan. Sehingga menurut Parera, advokad tidak boleh berkompromi dengan penegak hukum lain yang melakukan kesalahan.

Parera juga berpesan kepada advokad muda, agar menjalankan sebagai advokad harus dilandasi dengan basic ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Menurutnya, sekolah di ilmu hukum harus menjadi orang yang tercerdas, baik mulai dari ilmu matematika maupun antropologi.

“Ilmu matematika mengenai kejeniusan otak, ilmu antroplogi mengenai kejeniusan hati. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada anak-anak muda harus bisa membaca dan mepelajari supaya menjadi orang yang intelektual teratas di negeri ini,” ujarnya.

Parera manambahkan, buku kedua yang diluncurkan ini dibuat kurang lebih 2,5 bulan dan sengaja dilaunching bertepatan dengan ulang tahun Anak pertamanya yang jatuh pada tanggal 5 Januari. Sebelumnya, di tahun 2015 kemarin juga meluncurkan buku bertema Pancasila Bingkai Hukum Indonesia. Jika penasaran buku ini rencananya akan dijual di toko toko buku ternama di kota Semarang. (MJ-303)

Comments are closed.