PPILN Demak, Berbagi Kasih di Hari Lebaran Anak Yatim

DEMAK, Mediajateng.net – Momentum perayaan tahun baru Islam 2018 atau Muharam 1440 H, diperingati oleh umat muslim dengan berbagai cara, mulai pawai syiar Islam, tabligh akbar hingga pemberian santunan anak yatim.

Bulan Muharam atau oleh masyarakat Jawa dikenal dengan Bulan Suro ini, merupakan hari raya bagi anak yatim piatu.

Ya, di hari lebarannya anak yatim piatu ini, lembaga sosial, pemerintah dan swasta berlomba – lomba memberikan santunan. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Perkumpulan Perlindungan Instalansi Listrik Nasional (PPILN).

Bertempat di kantornya Jalan Pemuda, Demak, perusahaan nasiolal itu memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu di Kabupaten Demak.

“Pemberian santunan ini, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian PPILN kepada anak yatim, sebagaimana yang dianjurkan dalam ajaran Islam,” kata Edy Sayudi, Direktur Utama PPILN, Minggu (23/9/2018).

Edy menambahkan, pemberian santunan pada Bulan Muharam kali ini, merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR). Santunan tersebut diberikan
kepada 350 anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan, pondok pesantren dan yayasan sosial.

“Santunan anak yatim ini merupakan rutinitas tahunan. Setiap tahun dua kali, Bulan Muharam dan Idhul Fitri,” bebernya.

“Alhamdulillah, sejak berdiri 6 tahun lalu, PPILN rutin memberikan santunan pada anak yatim, awalnya hanya 50 anak saja, sekarang sampai 350 anak. Doakan tahun depan kita bisa mengundang anak yatim lebih banyak lagi, ” lanjutnya.

Menurut Edy, sebagai hamba Allah SWT, kita wajib mensyukuri segala nikmat dan rejeki yang diberikan kepada kita. Salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT dengan berkumpul kepada anak yatim dan memberikan santunan kepada mereka.

“Kumpul bersama anak yatim ini, bukan hanya sunnah tapi wajib.
Paling tidak program PPILN, setiap tahun ini, dapat membantu meringankan beban anak yatim, meskipun pemberian ini tidak sebanding dengan beban yang disanding mereka,” ujarnya.

Tanpa rasa syukur, sambung Edy, bagaikan masakan kurang garam. Membiasakan diri menikmati rasa syukur memang tidak mudah, akan tetapi kita akan terus berupaya berbuat yang terbaik untuk semuanya.

“Harapan anak yatim masih panjang. Mari kita wujudkan mimpi – mimpi mereka,” kata Edy.

“Mudah – mudahan, doa seluruh anak-anak kita ini, agar PT PPILN semakin maju dan menjadi yang terbaik di Indoneaia. Insya Allah kami akan terus begini (memberikan santunan), ” pungkasnya.

Comments are closed.