Pensiun bukan hanya milik PNS

SEMARANG, Mediajateng.net- Memiliki dana cukup setelah memasuki masa – masa pensiun bukan hanya milik mereka pekerja tetap maupun pegawai negeri sipil. Kelompok – kelompok pekerja mandiri sangat memiliki kesempatan terbuka untuk bisa menyimpan dana yang dimilikinya, termasuk diantaranya adalah petani. Sampai saat ini, seperti disampaikan Wakil Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Jateng, Ernawan Sulistyo, belum ada satupun kelompok petani yang masuk dalam cakupan program pensiun ini.

“Dari data hingga bulan Desember 2017, program dana pensiun lembaga keuangan milik Bank Jateng telah mencakup kurang lebih 212.000 nasabah. Dengan total nilai dana mencapai 1, 3 trilyun rupiah. Sayangnya dari 70 % kepesertaan mandiri, mayoritas didominasi dari sektor perdagangan. Belum ada satupun kelompok petani yang terdaftar.” jelas Ernawan dalam diskusi “ Optimalisasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial di Jawa Tengah dan Fasilitas Program Jaminan Hari Tua oleh Perbankan, di aula Gubenur Jawa Tengah, kawasan jalan Pahlawan Semarang.

Padahal dengan adanya program dana pensiun ini, sangat mempermudah petani untuk mulai menata masa depannya setelah pensiun. Disaat masa panen raya, petani dapat menyisihkan hasil keuntungan pertaniannya untuk dana pensiun. Begitu pula saat petani harus menghadapi kerugian disaat masa paceklik atau puso. Besaran dana yang dialokasikan untuk pensiun sangat fleksibel dengan kemampuan si petani itu sendiri.

“Kami berharap dana pensiun menjadi lebih menarik bagi petani, ketimbang menghabiskan hasil keuntungan sawahnya untuk membeli sesuatu yang berlebihan.” tambah pihaknya

Selama ini, Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Jawa Tengah lebih banyak dikembangkan untuk berbagai proyek pembangunan pemerintah, kepesertaan modal BUMN, pasar uang, dan terakhir adalah obligasi.

“Dana pensiun memang menarik dan perlu bagi masyarakat. Akan tetapi pemerintah tetap berkewajiban memacu pertumbuhan ekonomi menjadi fluktuatif. Pendapatan masyarakat meningkat maka dapat dipastikan mereka akan melirik program dana pensiun.” tutup ekonom Unissula Semarang, Yudi Budiman.(Edo-Mj)