Pelaku Sweping Suporter PSS Sleman Ditangkap Polres Magelang

Mungkid – mesiajateng.net

Empat orang yang diduga akan melakukan sweping terhadap Sporter Sleman, dita gkap oleh Personel Polres Magelang, yang sedang bertugas mengamankan jalur kepulangan Rombongan Sporter PSS Sleman dari lawatannya di Jepara.

Empat orang yang ditangkap masing-masing YS (51), KY (20), NJ (30), dan DI (36) semuanya Warga Magelang Selatan Kota Magelang, diamankan petugas di Dusun Soka Desa Mertoyudan Magelang, ketika melakukan sweping kendaraan yang dengan Nomor Polis Sleman Jogyakarta. Bersamaan dengan penangkapan itu, petugas juga menyita 1 bilah Samurai dan Pipa besi sepanjang 50 cm.

Kapolres Magelang melalui Kabag Ops Kompol Ngadiso disaat mempimpin pengamanan mengatakan bahwa pihaknya tidak mau adanya tindakan Sweping yang di lakukan oleh masyarakat terhadap Sporter Sleman di Wilayah Polres Magelang.

“Kami tidak mau situasi yang sudah kondusif di wilayah Kabupaten Magelang diganggu tindakan dari segelintir orang orang yang tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum, maka kami tindak tegas dan proses sesuai jalur yang ada”, tegasnya.

Ngasiso menambahkan bahwa Suporter Sepakbola PSS Sleman Yogyakarta sedang melakukan perjalanan keberangkatan kejepara,dihadang oleh massa di wilayah Kota Magelang yang mengatasnamakan salah satu suporter sepak bola PPSM. Mereka melakukan tindakan sweping terhadap kendaraan yang berplat nomor AB atau wilayah Sleman oleh sebagian oknum masyarakat kota Magelang.

Guna meangantispasi kejadian tersebut di Polres Magelang telah menerjunkan sebanyak 580 personilnya guna melakukan pengawalan dan pengaman kepada perjalanan rombongan Sporter tersebut disaat berada di wilayah kabupaten Magelang.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Asnanto mengubgkspkan setelah dilakukan gelar perekara satu orang cukup bukti membawa/memiliki senjata tajam, maka yang bersangkutan saat ini masih menjalani proses sidik, dan kepada yang bersangkutan telah dilakukan penahanan di Sel Rutan Polres Magelang.

“Kepada yang bersangkutan kita kenakan pasal 2 ayat (1) No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun hukuman kurungan” ujarnya. (MJ-303)