Pelajar Jangan Pegang Biarpun Segaris, Selinting, Se’empel

 

BLORA, Mediajateng.net-  Ratusan pelajar Madrasah Aliyah (MA) Kartayuda mendengarkan arahan dari AKP Suparlan, Kasat Reserse Narkoba Polres Blora terkait sosialisasi bahaya narkoba.

Kepada Mediajateng.net, Sabtu (24/3/18) Sat Reskrim Polres Blora menjelaskan, Kasat Reskrim menjelaskan, memanfaatkan sekolah di MA yang berlokasi di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban mengajak remaja jauhi barang bahaya yang tidak saja mengancam keselamatan namun juga bisa berakibat hukum.

Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ini berlangsung tertib dan lancar. Para siswa terlihat antusias menyimak satu per satu pembahasan yang disampaikan pemateri dalam sosialisasi tersebut.

Menurut AKP Suparlan, sosialisasi P4GN akan diselenggarakan secara optimal dengan menggandeng pihak terkait di lingkungan pendidikan. “Dimulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pengajar dan siswa untuk selalu waspada terhadap ancaman bahaya narkoba sebelum menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba tersebut,” katanya.

Menurut Suparlan, generasi muda harus dibina dan dididik dengan sungguh-sungguh. Dikatakannya, pembinaan dan pendidikan kepada mereka supaya tidak terjerumus dalam kegiatan terlarang seperti menggunakan narkoba.

“Hal ini dapat dicapai dengan kerjasama antarstakeholder terkait,” tambah Suparlan.

Sosialisasi yang berlangsung gayeng ini diawali dengan pengenalan istilah jenis narkoba dengan harapan pelajar di MA Kartayuda terhindar dari dampak penggunaan obat terlarang itu.

“Sebagai awal, mereka harus mengetahui istilah atau bahasa-bahasa jenis narkoba, seperti cimeng, gele, putaw, atau ineks. Juga istilah segaris, selinting, se’empel. Dengan begitu, mereka tidak akan terjebak atau minimal mereka bisa menghindarinya,” ungkap Suparlan.

Sementara itu, pihak MA Kartayuda mengucapkan terima kasih atas peran serta Polres Blora yang memberikan sosialisasi tersebut.

“Kecamatan Kedungtuban merupakan jalur perlintasan antara  Provinsi Jatim dan Jateng. Itulah yang menjadi kekhawatiran kami mengingat peredaran narkoba sangat memprihatinkan dan hampir semua kalangan bisa menjadi korbannya,” ungkap kepala sekolah MA tersebut.(agung-MJ)