Jual Amunisi Ilegal Warga Sendangguwo Ditangkap

Semarang-mediajateng.net

Petugas unit Resmob Polrestabes Samarang berhasil membekuk Seorang bernama, Ladius Yuniarto alias Yoes alias Joni Bedil (42) warga Sendangguwo, Tembalang. Pelaku ditangkap lantaran kedapatan mengirim paket berisi 50 butir peluru tajam kaliber 9×19 mm lewat sebuah jasa ekspedisi.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, pengungkapan ini bermula pada 14 Maret 2017 petugas logistik Ekspedisi Pesawat Udara Angkasa Pura mendeteksi ada benda mencurigakan mirip peluru di dalam sebuah paket.

“Kita cek, ternyata paketan ini dikirim melalui jasa ekspedisi JNE, setelah ditelusuri pengirimnya adalah seorang bernama ‘Yoes’ yang ditujukan kepada Denyardy Lucky di Jakarta,” ungkap Abi Selasa (21/3).

Abi menambahkan, antara pelaku dan pemesan peluru tersebut saling kenal lewat situs jejaring sosial facebook, hingga akhirnya terjadi transaksi. Dari keterangannya juga, pelaku mendapat peluru tersebut dari seorang bernama Soe Gundul yang berada di Yogyakarta.

“Asal mula dari Yogyakarta, namun masih dalam pengembangan petugas,” tandasnya.

Dari penggeledahan yang dilakukan petugas di rumah pelaku, ditemukan berbagai macam barang bukti. Di antaranya, 9 butir peluru aktif kaliber 22 mm, 5 butir peluru karet kaliber 22 mm, 70 butir peluru hampa kaliber 22 mm. selain itu, petugas juga menyita, 7 unit air softgun, 2 pistol rusak, 1 pisau lipat, 17 kantong berisi peluru senapan angin, dan barang bukti lainnya.

Sementara yoes mengaku , jika 50 butir peluru tajam kaliber 9×19 mm itu dibelinya dari Soe Gundul seharga Rp 800 ribu, yang kemudian dijual kembali seharga Rp 1,2 juta. Dia mengaku, belum pernah bertemu dengan Gundul, dan hanya berkomunikasi lewat facebook.

“Baru kirim barang ini sekali, pesannya lewat facebook. Belum pernah bertemu dengan Gundul,” ucap pelaku yang beprofesi sebagai penjaga toko itu.

Terkait banyaknya pistol dan air gun di rumahnya, Yoes mengaku itu adalah barang servisan. Namun barang itu tidak pernah diambil oleh pemiliknya. Keahlian servis tersebut didapatnya secara otodidak.

“Rencana barang itu mau dikirim seorang anggota Angkatan Udara di Tangerang,” tambahnya.

Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (MJ-303)