Jadi Contoh Warga, Bupati Demak Bongkar Dulu

DEMAK, Mediajateng.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Demak bersama PSDA Provinsi Jawa Tengah, melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang jalan raya Semarang – Kudus, Selasa (12/3) siang.

Sejumlah bangunan liar yang berada di tanggul Saluran Pelayaran dan Afour Jebor, sepanjang Desa Karanganyar hingga Desa Mranak Kecamatan Wonosalam tersebut dinilai melanggar Perda Provinsi Jateng nomor 8 tahun 2009 tentang irigasi.

“Dalam rangka pengamanan jaringan irigasi, setiap orang dilarang mendirikan bangunan didalam garis sempadan saluran dan bangunan irigasi,” kata Bambang Saptoro, Kepala Satpol PP Demak, Selasa (13/3).

Bangunan – bangunan itu dibongkar oleh petugas, termasuk bangunan rumah makan Mbak Tari milik Bupati Demak, M Natsir yang berada di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam.

Pembongkaran bangunan semi permanen milik orang nomor satu di Kabupaten Demak itu, sebagai barometer atau contoh kepada masyarakat yang lain agar mematuhi peraturan pemerintah.

“Beliau ( Bupati Natsir) sudah menaati surat teguran untuk membongkar bangunannya sendiri. Jadi, dari PSDA Jateng tidak perlu tunggu Surat Peringatan, baik SP 2 maupun SP 3. Bapak bupati tadi meminta bantuan Satpol PP untuk ikut membantu melaksanakan penegakkan peraturan,” ucapnya

Keberadaan bangunan liar yang berada
di jalur Pantura Demak itu selain melanggar perda Provinsi Jateng, juga tidak sesuai dengan peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 08 / PRT / M / 2015 pasal 22 ayat (1).

“Setiap kegiatan memanfaatkan ruang sempadan, jaringan irigasi harus memperoleh izin dari menteri, gubernur, bupati / walikota, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya,” tandasnya.

Comments are closed.