Elang Jawa bernama Iskandar bisa terbang bebas di sekitar Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat

Iskandar Sekarang Bisa Terbang Keliling Gunung Salak

Media Jateng – Setelah beberapa saat dikarantina, elang Jawa bernama Iskandar akhirnya bisa terbang bebas mengeilingi Gunung Halimun Salak.

Elang Jawa bisa terang bebas setelah sebelumnya menjalani karantina selama 15 hari di pusat suaka satwa elang Jawa (PSSEJ) Loji-Bogor.

Iskandar Elang Jawa berusia sekitar satu tahu lima bulan, sebeumnya menjalani karantina setelah diserahkan oleh masyarakat Lido, Bogor pada 9 Januari 2022 lalu.

Pelepasan Elang Jawa, seperti diunggah akun twiter Kementrian Lingkungan Hidup, Rabu 26 Januari 2022.

Disebutkan dalam unggahannya, KLHK menuliskan Elang Jawa atau Nisaetus Bartelsi dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Pelepasliaran Elang Jawa dengan jenis kelamin jantan dilakukan menggunakan PinPoint Solar GPS-Argos

Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak, Ahmad Munawir mengatakan terus melakukan pemantauan tingkat keberhasilan pasca pelepasliaran.

“Pantauan seperti lokasi dan luas wilayah jelajah, ketinggian terbang terhadap Elang Jawa yang dilepasliarkan yang terpasang PinPoint Solar GPS-Argos,” tulis akun Kementrian LHK.

“Elang jawa muda bernama Iskandar yang dilepasliarkan diperkirakan berusia sekitar 1 tahun 5 bulan, merupakan serahan dari masyarakat Lido-Bogor pada tanggal 9 Januari 2022,” tambahnya.

Iskandar siap dilepasliarkan setelah melewati masa rehabilitasi yang relatif st singkat yaitu hanya selama 15 hari di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Loji-Bogor.

“PSSEJ ini dikelola oleh Balai TN Gunung Halimun Salak,” ungkapnya.

Ahmad Munawir menjelaskan, sebelum Iskandar dilepasliarkan, pihak Balai TNGHS telah melakukan beberapa prosedur, di antaranya memastikan kesehatan satwa, memastikan bahwa perilaku satwa menunjukkan kesiapan untuk pelepasliaran,

“Lokasi pelepasliaran adalah kawasan yang telah sesuai untuk pelepasliaran sebagaimana hasil kajian habitat atau habitat assesment menggunakan tool Maxent tahun 2020 dan didetailkan oleh tim PSSEJ pada tanggal 18-19 Januari 2022,” imbuhnya.

Area Blok Cisalimar dinilai yang paling cocok berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya: kondisi habitat, keberadaan elang jawa, aksesibilitas dan potensi keberadaan pakan.

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) melepasliarkan satu ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dengan jenis kelamin jantan di Blok Cisalimar, Kawasan TN Gunung Halimun Salak, Sukabumi.

Pelepasliaran kali ini sangat penting, mengingat untuk pertama kalinya elang jawa yang dilepasliarkan dipasangi Platform Transfer Terminal (PTTs) dengan jenis PinPoint Solar GPS-Argos dengan berat 21 gram.MJ/50