Semarang, mediajateng.net, – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menangkap para bandar judi yang masih berkeliaran meski usahanya tutup.
Langkah ini perlu dilakukan menyusul tindakan reaktif pasca kejadian penembakkan terhadap Brigadir J oleh Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo yakni penutupan segala bentuk perjudian.
Jajaran kepolisian ditingkat bawah langsung melakukan penangkapan terhadap praktik perjudian meski judi berskala kecil, antara lain pelaku judi sabung ayam, dadu, Remi dan beberapa judi online.
IPW pun akan terus mengawal langkah baik Polri dalam memberantas segala bentuk praktik perjudian.
IPW meminta jangan sampai berhenti hanya pada pelaku perjudian skala kecil, namun para pelaku bandar-bandar judi besar pun harus ditindak.
“Tidak hanya menutup praktik perjudian, tapi IPW mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menangkap para bandar judi yang hingga saat ini masih berkeliaran meski usahanya tutup,” ujar Sugeng Teguh Santoso, Rabu (7/9/2022).
Ditegaskan Sugeng, tidak hanya menangkap bandar judi, tapi Kapolri juga harus mengusut sampai tuntas hingga kepada aliran dana mereka.
“Setelah menangkap para bandar judi, Kapolri harus mengorek aliran dana yang diduga mengalir kepada oknum-oknum Polri yang menjadi pelindungnya selama ini,” tandas Teguh.
Sugeng menilai, tindakan reaktif atas kasus penembakan terhadap Brigadir J berupa menutup atau pemberantasan perjudian telah gagal, karena para bandar telah lari.
Namun demikian dengan profesionalitas dan keterbukaan yang tinggi serta dukungan dari semua pihak, Sugeng meyakini kepolisian mampu memberantas segala praktik perjudian.
Untuk diketahui, pasca instruksi pemberantasan perjudian oleh Kapolri, sempat viral adanya informasi masyarakat lokasi perjudian casino yang diduga milik oknum anggota TNI.
Lokasi tersebut menurut informasi dari masyarakat dan telah dilakukan pengecekkan oleh polisi, lokasi itu ada di sekitar kawasan Stadion Jatidiri.
Selain itu ada informasi jenis perjudian serupa di kawasan Tanah Mas diduga milik bandar kawakan yang selama ini dikemas dengan kegiatan olahraga.
Namun setelah dilakukan pengecekkan, dua tempat tersebut tidak ada aktifitas perjudian apapun.(ot/mj)












