#IkiLhoSemarang, Raja Jengki Jalanan (2)

Jika Homec’s berhome base si Jalan Pemuda, Monsa mempunyai banyak tongkrongan salah satunya di kawasan Tandang dan sekitar Mrican. Untuk jenis sepeda jengki yang mereka gunakan hampir semuany pedalnya diubah menjadi doltrap tanpa rem, sedangkan boncengan dimodifikasi agak melengkung.
Aksesoris lain yang tak kalah keren bagi mereka adalah mata kucing dan 2 Jalu yang diletakan di samping kanan kiri sebelah gir belakang. Sedangkan untuk cat sepeda Homec’s identik dengan warna hijau kekuningan sedangkan Monsa lebih condong ke warna merah.
Keduanya sering melakukan konvoi dengan cara ular-ularan disertai atraksi standing yang menjadi ciri khasnya. Kedua geng ini kerap beradu di akhir pekan, tempat favoritnya adalah Simpang Lima dan Jalan Pahlawan. Adu fisik disertai bentrok antar kelompok kadang tak terelakan saat mereka ketemu.
Para pemakai sepeda jengki ini kadang ingin tampil dengan aksesoris yang wah sehingga tak mengherankan mereka rela merogoh kocek demi mendapatkan sepeda yang terbaik. Seiring dengan perjalanan waktu sepeda yang menjadi ciri khas Homec.s dan Monsa lambat laun mulai pudar, mereka berlaih ke sepeda yang mulai ngetrend saat itu… BMX. Walau sudah berganti sepeda namun dua geng ini tetap eksis. Yang tadinya standing menjadi ciri khas, namun seiring booming BMX , Minicross menjadi ajang balapan sebagai penggantinya. Tempat semacam Tanggul Indah, setiap bantaran sungai menjadi arena dan hiburan bagi warga Semarang saat itu. Bahkan dari lomba-lomba lokal mereka mampu menembus Jakarta dan sering memenangi ajang Minicroos. Namun ada peristiwa yang menyedihkan karena beberapa orang meninggal saat truk yang ditumpanginya kecelakaan di jalur pantura. (Imam Rahmayadi) tamat …

Comments are closed.