IBI Siap Dorong Peningkatan Kompetensi Bidan

Semarang, Mediajateng.net, – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Semarang mendorong peningkatan kompetensi bidan agar bisa memberikan pelayanan profesional sesuai standar profesi. Demikian disampaikan Ketua PC IBI Kota Semarang Terpilih Periode 2018 – 2023 , Istirochah, S.SIT. M.Kes usai pelaksanaan Muscab IBI ke X di Kota Semarang pada Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, peningkatan kompetensi itu baik secara formal maupun non formal melalui sekolah, pelatihan dan seminar. Pasalnya dalam pelayanan kebidanan tidak bisa dipisahkan antara knowledge (pengetahuan), skill (kemampuan)  and attitude (perilaku atau etika). Apalagi sesuai UU Nomor 4 tahun 2019 di tahun 2025 nanti, untuk berpraktek mandiri semua bidan wajib berpendidikan profesi, bukan lagi berasal dari lulusan diploma.

“Dengan adanya IBI ini punya peran penting terutama dalam aspek kesehatan seperti kesehatan ibu dan anak, dengan turut serta menangani persoalan kasus kematian ibu dan anak diantaranya, dengan meningkatkan kompetensi para bidan agar bisa menganalisa secara kritis serta intens saling komunikasi antar bidan untuk berbagi ilmu dan pengalaman,” bebernya.

Ia pun meyakinkan, pemberian peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap para bidan akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan data IBI Kota Semarang, jumlah anggota tercatat ada 1297 bidan sedangkan yang sudah membuka Praktek Mandiri Bidan (PMD) sebanyak 175 orang.

Istirochah menegaskan, peningkatan kompetensi ini sesuai dengan visi misinya dalam mengemban tugas sebagai Ketua IBI Kota Semarang Terpilih. Ia akan memperjuangkan agar semua bidan di Kota Semarang lebih profesioal yang menjunjung tinggi etika profesi dan berlandaskan perikemanusiaan.

“Agar masyarakat mendapat manfaat pelayanan profesional terhindar dari malpraktek dan bidan punya nilai kejujuran. Sedangkan visi, saya ingin meningkatkan kekuatan organisasi bidan dengan cara menjalin persaudaraan antar sesama bidan dan membangun kepercayaan dengan pemkot Semarang maupun mitra kerja,” ungkap bidan yang berpraktek di Jalan Puri Anjasmoro Blok 10/9 Semarang ini.

Organisasi IBI Kota Semarang sendiri selama ini menurutnya, sudah berkiprah menjalin kerjasama dengan Pemkot Semarang dengan program pelayanan KB integrase, diantaranya pemberian test IVA yang telah digerakkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Kresseptiana Hendrar Prihadi.

“Selain itu, IBI dapat bantuan alat kontrasepsi dari Pemkot Semarang untuk masyarakat agar bisa menjaga jarak kehamilan, peran bidan disini memberikan konseling. Dan satu lagi kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang, kami punya program menekan angka kematian ibu dan anak,” kata bidan yang juga pegawai di Sub Etik Disiplin Profesi Keperawatan dan Kebidanan RSUP DR. Kariadi Semarang ini.

Ia juga mengapresiasi langkah Walikota Semarang Hendrar Prihadi melalui Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) yang berfokus pada upaya penurunan Kematian Ibu dan Bayi melalui pendataan dan pendampingan sebagai langkah Promotif dan Preventif Kesehatan. (ot/mj)