Dua Anggota Polrestabes Dipecat , 1 DPO

Semarang,Mediajateng.net-Polrestabes Semarang akan melakukan pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua anggotanya lantaran sudah melakukan kesalahan yang fatal dalam kedinasan. Dua orang tinggal menunggu Surat Keputusan (SKEP) sedangkan satu orang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tiga orang tersebut Aiptu Alosius Totok Supartono, Anggota Polsek Gayamsari yang pernah ditangkap Polres Cirebon terkait penyalahgunaan Narkoba, Brigadir Wahid Afrianto anggota Polsek Semarang Selatan yang tersandung kasus Penipuan investasi ampas tahu, serta Bripka Eryanti anggota Sium Polrestabes Semarang yang Diserasi selama 60 hari dan kini masih dicari oleh anggota Sie Propam dan statusnya DPO.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji membenarkan bahwa pihaknya akan merekomendasikan pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat(PTDH).

“Dua orang Aiptu Totok dan Beigadir Wahid sudah menjalani sidang Komite Kode Etik Polri beberapa waktu lalu, sedang Brigadir Eryani sudah dilakukan Sidang disiplin namun Disersi kkembali. Keberadaanya masih dicari. Infonyanya ada di Bandungan kab Semarang,” ungkap Abioso saat ditemu di Mapolrestabes Semarang (17/1).

Sementara itu Kasie Propam Polrestabes Semarang Kompol I Ketut Raman menambahkan bahwa Aiptu Totok dan Brigadir Wahid sudah menjalani Sidang Komite Kode Etik Polri (KKEP ) pada tanggal 06 Maret 2014 dan 10 Desember 2014.

“Untuk Brigadir Wahid sbelumnya sudah menjalani vonis 10 bulan di Lapas Kedungpane atas kasus penipuan limbah tahu. Sedangkan Aiptu Totok Supartono ditahan di Lapas Cirebon pada tanggal 01 Maret 2012 dengan Vonis selama empat bulan,” beber Ketut.

Lanjut Ketut, setelah bebas Brigadir Wahid oleh Propam langsung disidang Komite Kode Etik Polri, namun pasca sidang itu, Brigadir Wahid hingga kini melakukn Desersi. Sedang untuk Aiptu Totok paska sidang Komite Kode Etik Polri tanggal 06 Maret 2014 melakukan banding namun ditolak dengan bukti Surat yang dikeluarkan oleh Komisi Sidang Banding pada tanggal 22 Mei 2014.

“Pihaknya kini masih fokus pada pencarian Bripka Eryani yang sudah masuk dalam DPO,” pungkas Ketut.(MJ-303)

Comments are closed.