Digendam Rp.40 Juta, Dosen Lapor Polisi

Semarang,Mediajateng.net-Seorang Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT ) Polrestabes, Selasa (17/1) lantaran mengalami kasus penipuan dengan modus gendam. Akibat peristiwa ini korban mengalami kerugian kurang lebih Rp.40 Juta.

Korban diketahui bernama Lili Marliyah (56) warga Giri Mukti Timur I/312 , Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang. Korban harus kehilangan uang Rp.40 juta setelah dua orang yang tak dikenal menipu dengan modus gendam.

Dari keterangan Lili Marliah disebutkan bahwa kejadian itu bermula saat dirinya hendak mencegat taxi di Tlogosari pada pukul 08.00, tiba-tiba ada orang mengaku dari Singapore bernama Abdullah menanyakan alamat sebuah pondok pesantren. Karena mau buru buru ke Kendal karena saat itu korban hendak melakukan bimbingan kepada mahasiswanya. Namun tiba-tiba ada pria satunya mengaku bernama Anton yang diduga komplotannya mengiba untuk ditunjukan alamat tersebut.

“Saat berinteraksi dengan Anton itulah tiba-tiba kesadaran saya hilang. Dan saya mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh kedua pria itu, termasuk saat disuruh masuk mobilnya dan menguras dua ATM miliknya,”ungkap Lili.

Dua pelaku ini, pertama menguras ATM BNI milik Korban di Jalan Gajah sebesar Rp.10 juta. Selanjutnya pelaku membawa korban ke ATM BTN di Jalan MT Haryono sebesar Rp.10 Juta.

“Tidak itu saja, dua pelaku ini menyuruh membelikan perhiasan di Toko Emas kawasan Peterongan. Alasanya perhiasan dan uang tersebut nantinya akan di infaqkan di pondok pesantren,” imbuh Lili.

Saat itu lanjut korban, sebagai imbalan atas kebaikan korban, pelaku memberikan empat lembar Dollar Singapore yang sudah di dalam amplop dan menurut pelaku uang itu senilai Rp 50 juta jika dikurs kan.

Korban saat itu oleh pelaku diantar di kampus kawasan Bendan Duwur, dan baru sadar saat dirinya kembali naik taxi menuju ke Kendal. Lili terkejut saat membuka amplop yang diberikan pelaku ternyanta berisi Empat lembar Rp 2 ribu. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kasus ini ke Mapolrestabes Semarang (MJ-303)

Comments are closed.