Dari 2000 Bibit Jati, 500 Bibit Diantarnya Ditanam anak TK

Mediajateng-Sekitar dua ribu jenis bibit Jati JPP/SP (Stek Pucuk), dan Kesambi, sabtu (19/12) penanaman yang dilakukan secara swadaya di lokasi petak 121 e, luas 1,7 ha yang berada di BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Monggot RPH (Resort Pemangkuan Hutan)Gaji. Dalam kegiatan tersebut Perhutani KPH Gundih melibatkan Polsek,Koramil,LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), Anak-anak TK Tunas Rimba, wali murid TK dan Masyarakat sekitar hutan.

500 bibit diantaranya di tanam oleh anak TK dan wali murid. Setelah sebelumnya sudah dipersiapkan untuk media tanamanya terlebih dahulu, sisanya ditanam oleh Menejemen, karyawan Perhutani, Polsek, Koramil, LMDH dan masyarakat sekitar hutan.

Dalam Sambutannya Administatur KPH Gundih Gunawan Catur mengatakan kami memang sengaja mengajak anak-anak TK untuk turut serta berperan dalam penanaman ini, agar dapat menanamkan rasa cinta kepada lingkungan bisa dimulai dari hal yang kecil, salah satunya dengan menanam pohon.

Dengan menanam pohon, maka udara yang dihirup tetap bersih, ketersediaan air tanah tetap terjaga dan pohon dapat menjaga kita dari bencana banjir dan longsor.

Maka dari itu, sangat penting mengajarkan cinta lingkungan sejak dini ungkap Administratur KPH Gundih Gunawan Catur. Lebih lanjut Gunawan menyampaikan kegiatan menanam pohon ini bertujuan untuk mengajari dan mengenal jenis pohon unggulan di Divisi Regioanl Jawa Tengah, lalu cara menanam pohon yang benar, sekaligus memberikan pengetahuan tentang pentingnya menanam pohon bagi kehidupan.

“Kita ingin sejak dini mengajak anak-anak TK Tunas Rimba KPH Gundih untuk tahu fungsi dan manfaat dari menanam pohon, sehingga tertanam dalam diri mereka untuk selalu melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar mereka.
Sementara itu Asper (Asisten Perhutani) BKPH Monggot KPH Gundih Ruli Hendri menambahkan, kita tidak hanya menanam saja, akan tetapi ke depan harus ada tindak lanjutnya, seperti pemeliharan sehingga pohon yang di tanam bisa tumbuh secara maksimal.katanya.” ini memang sudah menjadi pekerjaan kami setiap harinya.

Kita tidak hanya menanam, namun kita harus menjaga dan memelihara sampai dengan akhir Daur,” ungkapnya. Humas Gundih.

Comments are closed.