BPJS Ketenagakerjaan Jadi Alternatif Investasi?

Semarang, mediajateng.net Sudah mendapatkan tunjang hari raya Idul Fitri, masyarakat sebaiknya lebih efisien menggunakannya. Seperti disampaikan oleh Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Moch. Triyono, masyarakat dapat mengalokasikan sebagian pendapatan THR yang diperoleh ke dalam jaminan sosial yang disediakan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Perlahan–lahan, masyarakat harus mengetahui bahwa selama ini BPJS Ketenagakerjaan eksis. Seperti halnya untuk Jaminan Hari Tua, kini masyarakat mulai menggunakannya sebagai alternatif untuk berinvestasi. Karena secara perhitungan, dana yang masuk dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan lebih fluktuatif dibandingkan melalui perbankan umum konvensional,” jelas Triyono saa Media Gathering di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jateng & DIY, kawasan jalan Pemuda.

Memasuki pertengahan tahun 2018, BPJS Ketenagakerjaan Jateng & DIY menyebut tingkat kesadaran terutama di sektor perusahaan mulai terlihat semakin baik. Para pengusaha tidak perlu mengalokasikan dana lebih bahkan modalnya untuk memberikan jaminan keselamatan bagi pekerjanya. Sementara untuk sektor pekerja, BPJS Ketenagakerjaan menyebut baru mampu mencapai realisasi 30 persen pekerja yang tercover.

“Hingga akhir bulan Desember 2018, kami akan menargetkan kepesertaan aktif sebanyak 1 juta orang terutama dari sektor pekerja tingkat desa maupun pekerja sektor pertanian dan kehutanan,” tegasnya

Selama kurun waktu hingga April 2018, BPJS Ketenagakerjaan Jateng & DIY telah mencapai kenaikan realisasi kepesertaan mencapai 44,29 persen. Terdiri dari sektor jasa konstruksi sebesar 65,93 %, sektor penerima upah sebesar 134,32% dan bukan penerima upah sebesar 162,50%.